Melongok "Taman Surga" di Senen
Kamis, 29 Des 2005 11:41 WIB
Jakarta - Komunitas Salamullah yang dipimpin Lia Aminuddin alias Lia Eden kembali menjadi sorotan. Rumahnya di Jalan Mahoni 30, Senen, Jakarta Pusat menjadi perhatian warga yang ingin tahu aktivitas di "Kerajaan Tuhan" ini.Lia menamai rumahnya sebagai "Taman Eden" yang juga sebagai "Taman Surga". Bahkan Jalan Mahoni oleh komunitas Salamullah disebut sebagai Jalan Taman Surga. Demikian juga suasana di rumah tersebut, dikesankan seakan berada di taman surga oleh para penghuninya.Sumber detikcom yang pernah tinggal di rumah tersebut hampir dua minggu ini menuturkan, memang Lia membuat suasana di rumahnya seperti di taman surga.Memasuki beranda rumah yang berukuran 6x6 meter dibuat senyaman mungkin sehingga membuat orang yang masuk ke dalam rumah betah untuk tinggal lama.Di situ banyak sekali tanaman hias, baik yang tumbuhan yang berada di pot, tanaman merambat maupun yang digantung. Hawanya juga sangat sejuk, membuat orang akan betah berada di ruangan beranda.Tak heran, suasananya bak taman bunga, sebab Lia dulunya dikenal sebagai ahli merangkai bunga. Bahkan keahliannya itu membuat dia kerap tampil di layar kaca TVRI tahun 1980-an."Dulu sempat dijadikan tempat pengobatan. Beberapa tokoh pernah berkunjung dan menikmati suasana ruangan ini," tuturnya kepada detikcom, Kamis (29/12/2005).Rumah dua lantai ini pada bagian atas merupakan kamar-kamar, termasuk kamar Lia dan komunitas yang tinggal di situ. Semua orang yang tinggal di rumah Lia ini bisa makan dan tinggal sepuasnya dengan gratis. Tidak ada pungutan atau bayaran sepeserpun. "Namanya juga di taman surga, masak bayar," katanya.Saking banyaknya komunitas yang keluar masuk secara bebas, tak heran jika menimbulkan kecurigaan warga. Seperti yang diungkapkan Rosyid, warga RT 01 RW 8, Senen, Jakarta Pusat. Karena rumah itu dianalogikan sebagai taman surga, kata Rosyid, warga sempat mencurigai adanya seks bebas."Apalagi banyak anak muda-mudi yang tidak diketahui apakah mereka terikat lembaga perkawinan atau tidak, menginap di rumah tersebut. Kan di surga bebas," kata Rosyid.Menurut Rosyid, komunitas Lia ini ramai pada hari Sabtu dan Minggu. "Kalau tidak salah, mereka mengadakan acara ritual Sabtu malam. Terus banyak yang menginap sampai Minggu," katanya.Sumber detikcom yang pernah tinggal dan mempelajari ajaran Lia mengatakan, di komunitas tersebut, nama-nama orang juga banyak yang sama dengan nama-nama rasul dan nabi. Seperti Lia menyebut dirinya Rohul Kudus Malaikat Jibril. Namun komunitas sering mempersonifikasikan Lia dengan Maria yang melahirkan Nabi Isa.Tak heran jika anaknya Lia juga diberi nama Isa. Namun saat ini Isa pecah kongsi dengan ibunya, dan tinggal di Malang untuk mengelola lembaga pelatihan psikologi di sana.Di "Taman Surga", penghuni juga menggunakan pakaian serba putih layaknya menggunakan pakaian ikhram saat umroh atau naik haji. Ada imam besar bernama Abdurrahman, yang dipersonifikasikan dengan Nabi Muhammad. Abdurrahman ini disebut-sebut sebagai tangan kanan Lia.Selayaknya sebuah taman surga, mereka memiliki 7 sumur yangmemancarkan keharuman. Tiga sumur berada di Jalan Mahoni 30, sedangkan 4 sumur lainnya tersebar di beberapa lokasi yang selama ini menjadi basecamp mereka.Lalu bagaimana dengan pendanaan? Selain berdasarkan iuran, ada beberapa bisnis yang dikelola secara profesional. "Dulu ada wartel dan warung di dekat lokasi. Terus mereka juga mengembangkan bisnis Gold Quest," ungkap sumber tersebut.
(jon/)











































