Penipu Investasi Emas dengan Korban 10 Ribu Orang dari Boyolali Dibui 7 Tahun

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 16:12 WIB
Ilustrasi emas batangan
Ilustrasi (Ari/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan Mulati Cinta Oktamia (28) dan jaksa dalam kasus penipuan investasi emas bodong dengan korban 10 ribu orang. Mulati, yang berhasil meraup uang Rp 59 miliar, akhirnya dihukum 7 tahun penjara.

Hal itu terungkap dalam putusan yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Rabu (8/7/2020). Putusan itu sudah berkekuatan hukum tetap.

Kasus bermula ketika Mulati menyebar broadcast lewat BlackBerry Messenger (BBM). Isinya, ia menjanjikan keuntungan investasi 30 persen dalam waktu 1 bulan. Selanjutnya sekitar Februari atau Maret 2016, Mulati melanjutkan operasional investasi bodong dengan cara melakukan perubahan cara mem-broadcast, yaitu menggunakan WhatsApp (WA) dan Mulati membagi pengurus investasi.

Trading emas berganti nama menjadi Trading Gold Community (TGC) dan Mulati bertindak sebagai penampung dana dan investasi perputaran uang yang menjanjikan mencapai 1.000 persen dari besaran dana join atau dari dana yang diinvestasikan dalam jangka waktu 3-6 bulan.

Selanjutnya, untuk meyakinkan para nasabah, Mulati menjanjikan keuntungan besar, kurang-lebih 50 persen sampai menjanjikan bonus barang-barang, antara lain berupa ponsel (HP), emas/logam mulia, dan sepeda motor

Tawaran itu menarik minat puluhan ribu orang untuk bergabung. Jaksa mencatat sedikitnya 10 ribu orang nasabah dan uang itu dimasukkan Mulati ke rekening BNI hingga Rp 59 miliar.

Belakangan, investasi bermasalah. Sejumlah orang yang sudah menginvestasikan uangnya tidak mendapatkan sesuai yang dijanjikan. Mulati kemudian diproses secara hukum dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja hijau.

Selanjutnya
Halaman
1 2