Total Rencana Belanja Pesawat MV-22 Osprey dari AS Senilai Hampir Rp 29 T

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 14:53 WIB
MONROVIA, LIBERIA - OCTOBER 09:  A U.S. Marine deplanes after arriving on an MV-22 Osprey to take part in Operation United Assistance on October 9, 2014 in Monrovia, Liberia. Some 90 Marines arrived on KC-130 transport planes and the Ospreys to support the American effort to contain the Ebola epidemic. The four Ospreys, which can land vertically like helicopters, will transport U.S. troops and supplies as they build 17 Ebola treatment centers around Liberia.  U.S. President Barack Obama has committed up to 4,000 troops in West Africa to combat the disease.  (Photo by John Moore/Getty Images)
Ilustrasi Pesawat MV-22 Osprey (Getty Images/John Moore)
Jakarta -

Indonesia disebut-sebut akan membeli pesawat tempur MV-22 Block C Osprey dari Amerika Serikat (AS). Total belanja militer Indonesia dengan rincian 8 pesawat beserta persenjataan lainnya bernilai hampir mencapai Rp 29 triliun.

Informasi soal rencana pembelian Pesawat MV-22 Block C Osprey oleh pemerintah Indonesia dirilis oleh Defense Security Cooperation Agency (DSCA) atau Departemen Luar Negeri AS. Mereka mengumumkan telah menyetujui kemungkinan penjualan pesawat MV-22 Block C Osprey beserta persenjataan lainnya kepada pemerintah Indonesia.

Berdasarkan keterangan resmi dari DSCA, usulan penjualan pesawat MV-22 Block C ini telah disampaikan kepada Kongres AS. Dalam situs itu, disebutkan bahwa pemerintah Indonesia mengajukan paket belanja militer, termasuk 24 AE 1107C Rolls Royce Engine, 20 sistem peringatan rudal AN/AAR-47, 20 penerima peringatan radar AN/APX-117, dan alat persenjataan lain.

"Ini sangat penting untuk Amerika Serikat membantu Indonesia mengembangkan dan mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang kuat dan efektif," demikian keterangan dari DSCA.

DSCA menyatakan belanja militer tersebut akan membantu meningkatkan kemampuan Indonesia dalam penanganan bencana dan mendukung operasi militer. Usulan penjualan peralatan ini juga disebut tidak akan mengubah keseimbangan militer di kawasan.

"Tidak akan ada dampak buruk pada kesiapan pertahanan AS sebagai hasil dari usulan penjualan ini," tulis DSCA.

Kurs dolar AS terhadap rupiah hari ini, Rabu (8/7/2020), adalah Rp 14.427. Dengan kurs senilai itu, rencana jumlah belanja militer RI kepada AS sekitar Rp 28,8 triliun atau hampir Rp 2,9 T.

Meski begitu, pihak Kementerian Pertahanan menyatakan belum ada keputusan resmi terkait pembelian pesawat tempur jenis angkut tersebut. Menurut Kabiro Humas Kemenhan Brigjen Djoko Purwanto, pembelian Osprey masih dalam pembahasan.

"Kebutuhan alutsista masih dalam pembahasan dengan U.O angkatan," ucap Djoko saat dimintai konfirmasi.

Djoko juga menyatakan belum ada deal apa-apa antara Indonesia dan AS terkait pembelian Pesawat Osprey. "Belum," tuturnya.

Tonton video 'Mengenal Teknologi HEPA Filter di Kabin Pesawat Jet Boeing':

(elz/van)