Kemenhub Ikut Kampanye Global Pergantian Awak Kapal

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 14:48 WIB
Kemenhub
Foto: dok Kemenhub
Jakarta -

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengajak seluruh kapal untuk membunyikan suling kapal dalam bentuk tiga bunyi panjang secara bersamaan pada pukul 12 siang hari ini.

Adapun hal ini merupakan bentuk dukungan terhadap kemudahan pergantian awak kapal atau crew change yang merupakan tujuan dari Kampanye Global Calling All Ships in Ports Worldwide: Sound Your Horns.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Sudiono, menyampaikan bahwa kampanye ini merupakan salah satu dari tujuan dan dukungan terhadap penyelenggaraan pertemuan Virtual Maritime Summit on Crew Change yang akan dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi besok. Kampanye ini juga turut digaungkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut selaku administrator International Maritime Organization (IMO).

"Kampanye ini merupakan aksi pendahuluan terhadap upaya untuk mewujudkan kemudahan pergantian awak kapal/crew change yang menjadi krisis global akibat pandemi COVID-19," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7/2020).

Menurutnya, awak kapal harus diposisikan sebagai keyworkers atau pekerja kunci, khususnya di masa pandemi COVID-19. Dimana dalam hal ini, sangat penting bagi Kemenhub untuk memastikan agar rantai pasokan global terus berjalan demi mempertahankan perekonomian nasional.

Selain itu, Sudiona juga menatakan, menjaga operasi pelayaran atau transportasi laut tetap berjalan dengan aman dan efisien juga perlu diperhatikan. Hal ini melihat sebanyak 80% perdagangan dunia dilakukan melalui jalur laut.

"Banyak negara yang belum mengklasifikasikan pelaut sebagai pekerja kunci, sehingga mereka tidak dapat dengan mudah naik atau turun dari kapal karena adanya pembatasan perjalanan. Hal ini kemudian menjadi krisis, karena jika pergantian awak kapal/crew change tidak dapat dilakukan, maka kapal tidak akan dapat berlayar, padahal kapal-kapal tersebutlah yang memfasilitasi 80% dari perdagangan dunia," paparnya.

Lebih lanjut, Sudiona memaparkan, ketidakmampuan untuk memfasilitasi pergantian awak kapal menyebabkan terjadinya penundaan atau kebuntuan dalam keberlangsungan rantai pasokan global yang sangat penting, khususnya di masa pandemi COVID-19.

"Oleh karena itu, penting bagi perusahaan pelayaran internasional untuk dapat melakukan pergantian awak kapal/crew change di seluruh dunia, terlepas dari pembatasan-pembatasan yang diberlakukan di setiap negara sebagai langkah penanggulangan COVID-19," tandasnya.

Oleh karena itu, Sudiono mengatakan, Pemerintah Indonesia sangat berperan dalam mendukung kemudahan pergantian awak kapal. Salah satunya yakni dengan memfasilitasi pergantian awak kapal bagi pelayaran Internasional yang memerlukan pergantian awak kapal di wilayah Indonesia.

Terkait hal ini, pada pertemuan Virtual Maritime Summit on Crew Change mendatang, Pemerintah Indonesia yang diwakili Budi direncankana juga akan turut menandatangani Joint Ministerial Statement. Adapun penandatangan tersebut sebagai bentuk dukungan dan komitmen Indonesia terhadap kemudahan pergantian awak kapal/crew change.

"Dengan menandatangani Joint Statement ini, Indonesia menyatakan komitmennya untuk mengklasifikasikan Pelaut sebagai pekerja kunci, dengan demikian juga memfasilitasi pelaut untuk dapat bergerak bebas sebagai pekerja kunci yang memberikan pelayanan penting," pungkas Sudiono.

Sebagai informasi, Pertemuan Virtual Maritime Summit on Crew Change ini digagas oleh United Kingdom dengan undangan terbatas kepada 17 negara, yaitu Filipina, Indonesia, Jepang, India, Australia, Jerman, Perancis, Denmark, Norwegia, Belanda, Arab Saudi, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Singapura, Brazil, dan Kanada. Pertemuan ini juga dihadiri oleh 6 organisasi Internasional, yaitu IMO, UK Chamber of Shipping, International Chamber of Shipping, Maritime UK, ILO dan ITF.

(ega/ega)