Universitas Indonesia

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 13:28 WIB
Kampus UI Depok
Foto: Kampus Universitas Indonesia Depok (dok UI)
Jakarta -

Universitas Indonesia merupakan salah satu universitas negeri papan atas yang terkemuka di Indonesia, selain Universitas Gadjah Mada atau UGM di Yogyakarta dan ITB atau Institut Teknologi Bandung, dan telah melahirkan banyak alumni yang cukup banyak berkiprah bagi bangsa Indonesia.

Peringkat Universitas di Indonesia

Indonesia sebagai negara berpenduduk besar yang telah merdeka sejak tanggal 17 Agustus 1945 telah memiliki banyak universitas. Beberapa di antaranya, termasuk UI (Universitas Indonesia) juga masuk dalam peringkat tingkat atas di dunia.

Berikut ini peringkat beberapa universitas di Indonesia tahun 2020 versi Quacquarelli Symonds (QS) World University.

Universitas Gadjah Mada di peringkat ke 254 dunia
Universitas Indonesia di peringkat ke 305 dunia
Institut Teknologi Bandung di peringkat ke 331 dunia
Universitas Airlangga di peringkat ke 512 dan ke 530 dunia
Institut Pertanian Bogor di peringkat ke 513 dan ke 540 dunia
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya di peringkat ke 751 dan ke 800 dunia
Universitas Bina Nusantara di peringkat ke 801 dan ke 1000 dunia
Universitas Padjajaran di peringkat ke 801 dan ke 1000 dunia

Lalu di Indonesia selain UI ada juga Universitas Indonesia Timur atau UIT.
UIT tersebut cukup baru, didirikan di tahun 2001 dan terletak di kota besar Makassar, Sulawesi Selatan. Universitas swasta yang berlokasi di wilayah Timur Indonesia yakni di kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan tersebut tercatat di website www.4icu.org menempati posisi peringkat ke 430 dari seluruh perguruan tinggi yang ada di seluruh Indonesia, sedangkan untuk posisi peringkat di dunia, maka UIT berada di urutan ke 12.266.

Universitas Indonesia Logo


Salah satu identitas dari Universitas Indonesia adalah logonya. Logo Universitas Indonesia terdiri dari kala makara, yakni dua buah kekuatan yang berada di alam yang dihuni oleh manusia ini. Kala merupakan kekuatan atas, yakni kekuatan matahari, sedangkan makara adalah kekuatan bawah, yakni kekuatan bumi. Lambang Universitas Indonesia tersebut diciptakan di tahun 1952 oleh mahasiswa Seni Rupa Fakulteit Teknik Universitas Indonesia, Bandung, Angkatan 1951 yang bernama Sumartono dengan nama samaran Sumaxtono. Tahukah detikers makna dari logo lambang Universitas Indonesia tersebut? Terdapat dua unsur di logo tersebut, yakni pohon dengan cabang-cabangnya serta makara.

Pohon berikut dengan cabang serta kuncup melambangkan sebagai pohon ilmu pengetahuan dengan berbagai cabang ilmu pengetahuannya, lalu kuncup nya yang suatu saat akan mekar dan kemudian menjadi cabang ilmu pengetahuan yang baru. Kuncup-kuncup tersebut akan senantiasa mekar selama pohon ilmu pengetahuan tersebut hidup. Sang perancang logo Sumaxtono berharap bahwa cabang-cabang ilmu pengetahuan akan bisa berkembang sesuai dengan kebutuhan serta kemajuan zaman.

Makara yang mengalirkan air dimaksudkan sebagai lambang hasil yang memancar hingga ke segala penjuru. Diharapkan Universitas Indonesia dapat menjadi sumber ilmu pengetahuan, dan menghasilkan sarjana-sarjana yang cerdas, dan terampil, serta penuh ketakwaan, juga berbudi luhur, serta berkepribadian, dan memiliki sikap dan pikiran yang terbuka, serta tanggap terhadap berbagai perubahan juga kemajuan ilmu serta teknologi serta berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, dan lalu mampu untuk menyelesaikannya sesuai dengan kaidah-kaidah akademik, di mana pun berada. Sumaxtono bermaksud menjadikan makara sebagai logo yang melambangkan Universitas Indonesia sebagai sumber ilmu pengetahuan, dan hasilnya, yang dapat menyebar hingga ke segala penjuru.


Warna logo UI (Universitas Indonesia) tersebut berbeda-beda untuk fakultas yang berbeda. Hingga saat ini terdapat 14 fakultas di UI, dengan 2 jurusan pasca sarjana dan 1 program vokasi. Sedangkan jaket UI memiliki warna khas kuning dan sering disebut jakun.

Alamat Universitas Indonesia

Alamat UI adalah di Depok 16424 Jln Salemba Raya 4 Jawa Barat. Kampus utamanya berada di perbatasan antara Jakarta Selatan dengan Depok, dan kampus lainnya ada di Salemba, Jakarta Pusat.

Perpustakaan Universitas Indonesia

Perpustakaan UI telah ada sejak tahun 1959. Kini perpustakaan UI dipusatkan di gedung yang diberi nama The Crystal of Knowledge sejak sekitar tahun 2011, meski masih ada beberapa perpustakaan fakultas yang masih aktif, namun secara bertahap seluruhnya akan dipindahkan ke pusat.

Universitas Indonesia Alumni Penting

Sejak awal berdirinya di tahun 1947, UI telah melahirkan banyak alumni. Terdapat sekitar 450 ribuan jumlah alumni UI hingga tahun 2020. UI telah meluluskan lulusan doktor terbanyak jika dibandingkan dengan universitas lain yang ada di Indonesia maupun di Asia Tenggara. UI diperkirakan menghasilkan lebih dari 500 orang lulusan doktor pada setiap tahunnya. Berikut ini adalah beberapa alumni penting dari UI.

Di Bidang Ekonomi

Di bidang ekonomi tercatat ada sebagai berikut.

Arwin Rasyid
Direktur Utama Telkom Indonesia tahun 2005 hingga 2007

Anwar Nasution
ketua BPK dan juga sempat aktif sebagai tenaga pengajar atau dosen

Ali Wardhana
Ekonom yang mantan menteri keuangan juga Dekan FEUI pada periode tahun 1967 hingga 1978

Chairul Tandjung
Mantan Menko Perekonomian di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II dan Dirut CT Corp.

Chatib Basri
Ekonom dan mantan Menteri Keuangan periode 2013 hingga 2014, serta Ketua Badan Koordinator Penanaman Modal

Darmin Nasution
Mantan Direktur Bank Indonesia dan Menko Perekonomian

Emil Salim
Mantan Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup periode 1978 hingga 1983, dan mantan Menteri Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup periode 1983 hingga 1993

Emirsyah Satar
Ekonom serta mantan Direktur Utama Garuda Indonesia

Faisal Basri
Ekonom
Eva Riyanti Hutapea
Ekonom dan pebisnis

Hotbonar Sinaga
Direktur Utama PT Jamsostek

J. B. Sumarlin
Ekonom serta mantan menteri Indonesia

Purnomo Prawiro
Pengusaha dan CEO Blue Bird Group

Rhenald Kasali
Penulis dan Pendiri Yayasan Rumah Perubahan

Sri Edi Swasono
Ekonom

Sri Mulyani
Menteri Ekonomi dan Pejabat World Bank

Sjahrir
Ekonom

Taufikurrahman
Country Director dan President Director PT Emerson Indonesia

Tirto Utomo
Pengusaha dan pendiri perusahaan air minum dalam kemasan Aqua

Di Bidang Hukum
Lalu dari fakultas Hukum UI ada sebagai berikut.

Abdul Hakim
Pengacara dan pejuang HAM

Abdul Rahman Saleh
Jaksa Agung periode 2004 hingga 2007

Adnan Buyung Nasution
Pengacara dan Pendiri YLBHI

Charles Himawan
Profesor Filsafat Hukum dan Lulusan Hukum Harvard

Purwoto Gandasubrata
Ketua Mahkamah Agung periode 1992 hingga 1994

Gouw Giok Siong
Pakar hukum perdata internasional serta hukum antar golongan

Harkristuti Harkrisnowo
mantan Direktur Jenderal HAM

Hikmahanto Juwana
Professor Hukum Internasional, Lulusan Hukum Harvard

Irwan Reifdiana
Pejabat di BNI (Bank Negara Indonesia)

Jimly Asshiddiqie
Ketua Mahkamah Konstitusi dan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)

Yusril Ihza Mahendra
Pengacara dan pakar Hukum Tata Negara serta mantan Menteri Sekretaris Negara, dan Menteri Kehakiman dan HAM

Maria Farida Indrati
Hakim Konstitusi periode 2008 hingga 2018

Nono Anwar Makarim
praktisi hukum

Bidang Kesehatan
Di bidang kesehatan ada sebagai berikut.

Sujudi
Mantan Menteri Kesehatan periode 1993 hingga 1998) dan rektor Universitas Indonesia periode 1986 hingga 1994

Siti Fadilah
Mantan Menteri Kesehatan periode 2004 hingga 2009

Hasri Ainun Besari
Dokter dan Ibu Negara Indonesia yang ke 3

Boyke Dian Nugraha
Dokter dan seksolog

Nila Djuwita Anfasa Moeloek
Mantan Menteri Kesehatan periode 2014 hingga 2019

Terawan Agus Putranto
Kepala RS AD dan Menteri Kesehatan

Dewi Nur Aisyah
Penulis dan kolaborator peneliti internasional

detikers itulah sekilas gambaran mengenai Universitas Indonesia salah satu universitas negeri tertua dan terkemuka di negeri ini.

(erd/erd)