Terimbas Pandemi, Jumlah Penumpang MRT Per Hari pada Mei Hanya 1.405 Orang

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 13:27 WIB
Jadwal operasional MRT dipersingkat untuk mencegah penyebaran virus corona. Pagi ini, terjadi antrian panjang di Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta, Senin (16/3).
MRT (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Jumlah penumpang moda raya terpadu (MRT) Jakarta sejak April hingga Mei 2020 menurun drastis akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Bahkan, jumlah penumpang MRT per hari pada Mei hanya 1.405 orang.

Data tersebut ditampilkan dalam rapat kerja (raker) antara Komisi B DPRD DKI dengan PT MRT Jakarta, di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2020). Dalam rapat ditampilkan data mengenai rata-rata jumlah penumpang MRT per hari setiap bulan.

Data jumlah penumpang MRT yang ditampilkan dalam rapat Komisi B DPRD DKI, Rabu (8/7/2020).Data jumlah penumpang MRT yang ditampilkan dalam rapat Komisi B DPRD DKI. (Ilman/detikcom)

Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan jumlah penumpang MRT Jakarta pada Februari 2020 mencapai 88 ribu per hari. Namun menurun drastis pada bulan selanjutnya.

"Memang kita mengalami penurunan drastis dari sisi penumpang. Dari total Februari 88 ribu penumpang (per hari), kita turun sampai 4 ribu di bulan April. Alhamdulillah di bulan Juni ini naik," ujar William dalam rapat.

Berdasarkan data yang ditampilkan, jumlah akumulatif penumpang MRT Jakarta pada April 2020 sebanyak 121.757 orang. Jumlah akumulatif penumpang para Mei 2020 sebanyak 43.544 orang, dengan rata-rata per harinya 1.405 orang.

Adapun jumlah akumulatif penumpang MRT ada Februari 2020 sebanyak 2.564.869. Pada Maret sebanyak 1.403.638 penumpang, dengan jumlah per hari 45.279 orang.

Kemudian pada Juni sebanyak 340.553 penumpang, dengan jumlah per hari 11.351 orang. Pada 1-6 Juli 2020 jumlah penumpang sebanyak 102.324 orang, dengan rata-rata per hari sebanyak 17.054 penumpang.

"Angka 100 ribu target kita itu pasti nggak mungkin, karena harus physical distancing dan itu sudah mengurangi kapasitas kereta dan kita memang harus konsisten supaya tidak ada isu, public transport itu terpapar dengan COVID-19," ucap William.

Selanjutnya
Halaman
1 2