Pelindung Anak di Lampung Ancam Bunuh-Santet Korban Perkosaan Jika Melapor

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 10:06 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Foto ilustrasi pelecehan seksual. (iStock/detikcom)
Jakarta -

Gadis ABG korban perkosaan paman mengaku diperkosa DA dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur berulang kali. Korban juga sempat diancam akan dibunuh jika melapor.

Korban mengaku mendapat kekerasan seksual dari DA sejak Januari 2020. Puncaknya pada 28 Juni 2020.

"Puncaknya 28 Juni kemarin. Saat itu DA datang ke rumahnya, kan jarak rumah DA dengan korban itu sekitar 3 jam," kata Direktur YLBHI LBH Bandar Lampung, Chandra Muliawan, saat dihubungi detikcom, Selasa (7/7/2020) malam.

Saat itu, DA bermalam di rumah korban. Orang tua di ruang tengah, DA tidur di ruang tamu dan korban di kamar.

"Di situ dia diancam akan dibunuh, diancam disantet jika melaporkan. Karena terancam itu, berdasarkan pengakuan korban, dia 4 kali diperkosa di rumahnya itu," ujarnya.

Korban diduga sudah tidak tahan lagi. Dia akhirnya bercerita kepada rekannya.

"Mungkin dari situ dia sudah menyatakan tidak tahan lagi. Tapi tidak bilang ke ortunya dulu, tapi ke temannya, kemudian ortunya. Sebenarnya perkara ini yang bawa ini teman jurnalis juga. Berawal dari penanganan kasus pertama yang korban diperkosa pamannya itu. Tapi teman jurnalis ini terus mengikuti," ujarnya.

Tonton video 'Pengakuan Dukun Eyang Anom Jadikan 2 Anak Tiri Budak Seks':

Selanjutnya
Halaman
1 2