Komnas Perempuan Menentang Pernikahan Gadis 12 Tahun di Sulsel: Berdampak Buruk

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 09:01 WIB
Pernikahan antara B (44) yang menikahi gadis yang masih 12 tahun di Pinrang, Sulsel (dok. Istimewa).
Pernikahan B (44) dengan gadis yang masih berusia 12 tahun di Pinrang, Sulsel. (dok. Istimewa)
Pinrang -

Pernikahan gadis 12 tahun berinisial NS dengan B, pria berusia 44 tahun, di Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), bikin heboh. Komnas Perempuan menyoroti perihal tumbuh kembang anak dalam pernikahan itu.

"Perkawinan ini akan berdampak buruk bagi tumbuh kembang mempelai perempuan yang masih dalam kategori usia anak-anak," ujar anggota Komnas Perempuan Bahrul Fuad kepada detikcom, Selasa (7/7/2020).

Selain itu, Fuad menyebut pernikahan dini ini menyebabkan tidak terpenuhinya sejumlah hak dasar anak.

"Seperti hak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, hak sipil anak, hak kesehatan, hak pendidikan, dan hak sosial anak," tutur Fuad.

Fuad menegaskan Komnas Perempuan sepenuhnya menentang adanya pernikahan dini ini. Pernikahan itu, kata Fuad, juga menyalahi peraturan undang-undang, di mana batas minimal usia bagi wanita untuk menikah adalah 19 tahun.

"Tentu Komnas Perempuan menentang terjadinya perkawinan anak, sesuai dengan UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan bahwa batas usia pernikahan paling rendah adalah 19 tahun," imbuhnya.

Sebelumnya, gadis 12 tahun itu sempat kabur dari rumah saat keluarganya dua kali menolak lamaran pujaan hatinya, B. Keluarga akhirnya merestui pernikahan sejoli itu.

Pernikahan beda usia itu terungkap setelah viral di media sosial. Kapolsek Suppa AKP Chandra mengatakan pernikahan itu berlangsung pada 30 Juni 2020. Mempelai perempuan adalah warga Kecamatan Suppa, Pinrang.

"Tanggal 30 Juni, iya benar itu, perempuan 12 tahun," kata Chandra saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (7/7).

Tonton video 'Heboh Tukang Pijat di Pinrang Sulsel Nikahi Gadis 12 Tahun':

(isa/aud)