Tanah Lunak Jakarta Perbesar Guncangan Gempa, BNPB Minta DKI Cek Bangunan

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 08:30 WIB
Gondola pembanguan gedung di Jakarta.  
dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Foto ilustrasi. (Dikhy Sasra/detikcom)
Jakarta -

Tanah Jakarta lunak. Kondisi itu membuat gempa dari Banten terasa di Ibu Kota pada Selasa (7/7) kemarin. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta mengecek kelaikan bangunan-bangunan di Jakarta supaya nyawa warga tidak terancam saat bencana melanda.

"Harus ada inspeksi rutin yang dilakukan, jangan tunggu sampai terjadi bencana. Pemeliharaan itu penting," kata Deputi Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB), Wisnu Widjaja, kepada detikcom, Selasa (7/7/2020).

Penerbitan izin mendirikan bangunan (IMB) perlu serius memperhatikan aspek ketahanan gempa. Dia melihat bangunan gedung pencakar langit berlantai lebih dari delapan pada umumnya dibangun atas pengawasan pakar. Namun justru bangunan kecil dan hunian perorangan banyak yang dibangun tanpa pengawasan pakar.

"Bangunan berlantai 8 ke bawah kadang-kadang asal-asalan, tidak betul-betul didesain kuat," kata Wisnu.

Pada prinsipnya, bukan gempa itu sendiri yang membunuh, melainkan bangunan yang ambruklah yang membunuh manusia. Dengan kondisi tanah yang lunak, guncangan gempa bisa lebih kuat dan bangunan yang tidak tahan guncangan bisa roboh.

"Tanah lunak itu seperti agar-agar di mangkuk. Kalau dipicu getaran, maka guncangannya akan kuat. Kalau permukaannya keras, maka energinya lewat saja," kata Wisnu.

Tonton video 'Gempa M 5,4 di Banten, Terasa Hingga ke Jakarta':

Selanjutnya
Halaman
1 2