Gadis 12 Tahun di Pinrang Menikah, KPAI: Pelanggaran Hak Asasi Anak

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 06:56 WIB
Pernikahan antara B (44) yang menikahi gadis yang masih 12 tahun di Pinrang, Sulsel (dok. Istimewa).
Foto: Pernikahan antara B (44) yang menikahi gadis yang masih 12 tahun di Pinrang, Sulsel (dok. Istimewa).
Pinrang -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) angkat bicara mengenai pernikahan antara gadis 12 tahun berinisial NS dengan B, pria berumur 44 tahun di Pinrang, Sulawesi Selatan. KPAI menyebut pernikahan dini dapat melanggar hak asasi anak.

"Perkawinan usia dini adalah pelanggaran dasar hak asasi anak, karena membatasi pendidikan, kesehatan, penghasilan, keselamatan, kemampuan anak, dan membatasi status dan peran," tutur Komisioner KPAI Retno Listyarti kepada detikcom, Selasa (7/7/2020).

Menurutnya, penikahan dini dapat memutus akses pendidikan anak. Sehingga, si anak akan kesulitan mengembangkan keterampilan di masa depan.

"Dari segi kesehatanpun dapat berdampak buruk karena mereka belum memiliki kesiapan organ tubuh untuk mengandung dan melahirkan. Kehamilan pada usia anak akan mengganggu kesehatan bahkan dapat mengancam keselamatan jiwanya," imbuh Retno.

Retno menuturkan tingginya tingkat kematian ibu dan anak sebagian besar dikarenakan sang ibu masih dalam usia remaja saat melahirkan. Hal itu, kata Retno, disebabkan organ reproduksi remaja belum tumbuh sempurna.

"Secara psikologis usia anak juga masih labil, belum siap untuk menjadi seorang ibu yang mengandung, menyusui, mengasuh dan merawat anaknya, karena ia sendiri masih butuh bimbingan dan arahan dari orang dewasa," ungkap Retno.

Sebelumnya, gadis 12 tahun itu sempat kabur dari rumah saat keluarganya dua kali menolak lamaran pujaan hatinya B. Keluarga akhirnya merestui pernikahan sejoli itu.

Pernikahan beda usia itu terungkap setelah viral di media sosial. Kapolsek Suppa AKP Chandra mengatakan pernikahan itu berlangsung pada 30 Juni 2020. Mempelai perempuan adalah warga Kecamatan Suppa, Pinrang.

"Tanggal 30 Juni, iya benar itu, perempuan 12 tahun," kata Chandra saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (7/7/2020).

(isa/aud)