Pelindung Anak di Lampung Diduga Perkosa-Jual ABG Sejak Januari-Juni

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 02:04 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Gadis ABG berinisial N (14) diduga diperkosa saat seharusnya mendapatkan pendampingan psikologis setelah jadi korban pemerkosaan oleh pamannya sendiri. Direktur YLBHI LBH Bandar Lampung, Chandra Muliawan, mengungkap identitas terduga pelaku.

"Dia relawan, dia pekerja di situ. Dia pendamping. Memang konfirmasi terakhir, korban menganggap pelaku ASN karena korban melihat dari atribut yang digunakan," kata Chandra dalam perbincangan, Selasa (7/7/2020).

"Ternyata bukan ASN, dia cuma bantu-bantu di situ," tambahnya.

Chandra mengatakan korban kenal dengan pelaku DA saat didampingi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur. Pelaku DA menjadi pendamping korban karena menjadi relawan di P2TP2A.

Chandra mengatakan interaksi DA dengan korban terjalin cukup lama. DA yang semestinya membawa korban ke rumah aman (safe house) malah membawa ke rumahnya selama Januari 2020.

"Pelaku mengaku dia petugas P2TP2A, dia ini pendamping. Lalu dijelaskan korban akan diberi pendampingan psikologi. Dan akan dibawa ke safe house. Tapi dibawa ke rumah terlapor selama sebulan," ujarnya.

Chandra mengatakan selama periode itu, korban mengalami kekerasan seksual. Hari-hari kelam korban terus berlangsung hingga Juni.

Dia mengatakan korban sempat mengaku dijadikan pekerja seks komersial. Da diduga menjual korban kepada sejumlah pria hidung belang.

"Dia tak hanya mengalami kekerasan dari DA tapi juga DA menawarkan kepada pihak lain untuk dijajakan. Pengakuan korban, dia pernah dibawa orang berinisial B yang kemudian terima uang Rp 700 ribu. Rp 500 ribu untuk korban, Rp 200 ribu untuk si DA," ungkapnya.

Korban tidak dapat berbuat banyak karena rumahnya dengan rumah DA punya jarak cukup jauh, sekitar 3 jam perjalanan. Waktu berjalan hingga akhirnya paman korban divonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara 13 tahun.

Kemudian korban diantar pulang ke rumahnya. Namun, aksi bejat DA malah tidak berhenti. Korban yang sudah tidak kuat atas perbuatan DA pun mulai mengungkapkan perlakuan jahat DA terhadapnya.

"Puncaknya 28 Juni kemarin. Saat itu DA datang ke rumahnya, kan jarak rumah DA dengan korban itu sekitar 3 jam. Dan dia bermalam di rumah korban. Ortu tinggal di ruang tengah, DA tidur di ruang tamu, dan korban tinggal di kamar," ujar Chandra.

"Dan di situ dia diancam akan dibunuh, diancam, disantet jika melaporkan. Karena terancam itu, berdasarkan pengakuan korban dia 4 kali diperkosa di rumahnya itu. Mungkin dari situ dia sudah menyatakan tidak tahan lagi. Tapi tidak bilang ke ortunya dulu, tapi ke temannya. Kemudian ke ," sambungnya.

Chandra berharap pelaku cepat ditangkap polisi. Dia mengatakan LBH Bandar Lampung siap berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap kasus keji yang terjadi pada korban.

"Tadi sore itu pemeriksaan tambahan korban di Polda. Polisi sudah menggelar perkara. Dan kemungkinan jika sudah naik penyidikan pelaku akan segera ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap," ungkap dia.

Peristiwa ini berawal saat DA dilaporkan ke polisi karena diduga memperkosa N. Pelaku dengan inisial DA itu diduga memperkosa korban pada saat menjalani trauma healing.

Pandra mengatakan korban adalah seorang pelajar. Dia berada di P2TP2A Lampung Timur karena dicabuli olah sang paman pada Januari 2020 lalu. Namun saat melakukan konseling itu korban diduga diperkosa oleh DA.

"Secepatnya. Ini kan sekarang digelar, sesegera mungkin (pemanggilan-pemanggilan). Kita gerak cepat," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat dimintai konfirmasi, pada Senin (6/7).

Kasus ini dikecam keras banyak pihak dan diminta untuk diusut tuntas. Bahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga menilai pelaku bisa dikenakan pemberatan hukuman berupa hukum kebiri.

(jbr/idh)