Sanksi bagi Ojol Depok yang Langgar Aturan: Kena Teguran hingga Suspend!

Jehan Nurhakim - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 23:05 WIB
Ojol Depok Boleh Bawa Penumpang Lagi, Ini 6 Aturan bagi Aplikator
Foto: Jehan Nurhakim/detikcom
Depok -

Pemerintah Kota Depok akhirnya mengizinkan ojek online (ojol) kembali mengangkut penumpang di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional tahap II dengan protokol kesehatan yang ketat. Driver ojol yang melanggar akan dikenai sanksi, mulai teguran hingga suspend.

"Sanksi ada di Perwal, lisan, tertulis, dan beberapa tahapan hingga sampai dengan suspend dan bagi aplikator juga demikian, jadi dalam Perwal sudah diatur," kata Kadishub Kota Depok Dadang Wihana kepada wartawan, di kantonya, Kalimulya, Depok, Selasa (7/7/2020).

Dadang menambahkan, pihaknya akan memberikan toleransi selama 1 pekan ke depan bagi aplikator maupun driver ojek online untuk melengkapi persyaratan operasional.

"Jadi diberikan toleransi dulu dalam seminggu ini, setelah seminggu ke depan kita lakukan penertiban," imbuh Dadang.

Dadang mengingatkan ojol untuk menerapkan protokol kesehatan dalam mengangkut penumpang. Para driver ojol juga diingatkan untuk menyiapkan perlengkapan, seperti hand sanitizer hingga penyekat antara penumpang dan driver.

"Protokol kesehatan harus dijaga. Terutama helm disifektansi dan diutamakan membawa helm sendiri, yang paling aman membawa helm sendiri," lanjut Dadang.

Sementara itu, Kasat Lantas Kompol Erwin Aras Genda mengatakan bahwa pihaknya akan menindak ojol yang tidak menaati peraturan maupun protokol kesehatan.

"Apabila dihiraukan kami akan mengamati potensi pelanggaran lalu lintas di sana. Sehingga syarat untuk penegakkan untuk pelanggaran di sini ada 2 tindakan dengan tilang maupun penindakan. Apabila berpotensi menimbulkan laka lantas, karena laka lantas berawal dari pelanggaran lalu lintas. Jadi Perwal kita tegakkan, UU kita tegakkan," tegas Erwin.

Sebelumnya, komunitas ojek online bersama aplikator dan Pemkot Depok serta kepolisian menandatangani pakta integritas. Ada 6 poin dalam pakta integritas yang mengatur ketentuan bagi driver ojol dan aplikator.

Berikut ini 6 aturan yang diterapkan kepada aplikator ojek online yang dituangkan dalam pakta integritas:

1. Sanggup melakukan pengaturan sistem aplikasi khusus area yang diperbolehkan
2. Sanggup menyiapkan alat pembatas antara penumpang dan pengemudi
3. Sanggup melakukan pengawasan terhadap mitra
4. Sanggup menyiapkan sistem yang dapat mengubah kendaraan yang semua roda dua menjadi empat dengan tujuan penumpang merupakan zona merah
5. Sanggup menyiapkan pelindung rambut (hair cap) bagi pengguna ojek online
6. Sanggup menyediakan check point kesehatan di beberapa tempat dengan menyediakan disinfektan, hand sanitizer, dan pengukur suhu, hasil pemeriksaan dapat ditampilkan dalam aplikasi.

(mea/mea)