Round-Up

Romansa Salah Kaprah di Balik Pernikahan Pria 44 Tahun dengan Bocah

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 22:01 WIB
Pernikahan antara B (44) yang menikahi gadis yang masih 12 tahun di Pinrang, Sulsel (dok. Istimewa).
Foto: Pernikahan antara B (44) yang menikahi gadis yang masih 12 tahun di Pinrang, Sulsel (dok. Istimewa).


Sempat Ditolak Keluarga Wanita

Pernikahan antara gadis usia 12 tahun dengan seorang pria B (44) di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) sempat ditolak keluarga. Kondisi mempelai pria yang tidak sempurna atau tunanetra menjadi alasannya.

"Datang melamar pertama kali ditolak, yang keduanya ditolak, karena kita tahu toh bagaimana orangnya (mempelai pria) tidak sempurna begitu (tunanetra)," ujar ibu kandung gadis usia 12 tahun tersebut saat ditemui di rumahnya di Kecamatan Suppa, Pinrang, Selasa (7/7/2020).

Sitti menyebut putrinya pertama kali bertemu dengan B saat ada acara pengantin di dekat rumahnya. Hubungan itu terus berlanjut saat B yang juga seorang terapis sering mengobati seseorang yang juga keluarga gadis usia 12 tahun tersebut.

Hubungan keduanya kemudian berlanjut serius hingga B datang melamar ke keluarga gadis 12 tahun itu. Setelah ditolak 2 kali, lamaran B kemudian diterima keluarga istrinya.

"Datang lagi (setelah 2 kali ditolak) ya diterima lah, karena si anak ini tinggalkan rumah ada beberapa hari, sekitar 3 hari, terus pergi lagi. Jadi takutnya kita ini anak nanti hamil, jadi kita rembukkan untuk secepatnya (dinikahkan)," tuturnya.



Keluarga juga khawatir jika putrinya nekat kabur ke rumah pria pujaan hatinya di Kota Makassar.

"Tidak sampai ji lari ke Makassar, cuma kita khawatir (kabur ke Makassar), daripada nanti terjadi apa-apa, segera lah pernikahannya," imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Suppa AKP Chandra menyebut B merupakan seorang pria yang tunanetra. "Infonya hanya sebelah mata," ucap Chandra.

Takut Kabur hingga Bunuh Diri

Keluarga mengaku tetap menikahkan gadis 12 tahun dengan B (44) karena takut mempelai wanita kabur.

"Pada saat itu sempat ditanya ini sampai menikah, alasannya anak ini takutnya lari atau bunuh diri," kata Kapolsek Suppa AKP Chandra saat dihubungi, Selasa (7/6/2020).

Sebab menurut keluarga, kata Chandra, desakan untuk menikah itu datang dari mempelai wanita. Pernikahan lalu digelar secara siri di kediaman mempelai wanita pada 30 Juni 2020.

"Karena si perempuan ini yang mendesak ingin menikah," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5