KPK Cecar Agen Properti soal Rumah Tempat Nurhadi Ditangkap

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 21:15 WIB
Penampakan Gedung Baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan
Gedung KPK (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Penyidik KPK memeriksa mantan pegawai PT Agung Podomoro Land, Oktaria Iswara Zen, terkait kasus dugaan suap-gratifikasi Rp 46 miliar yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi. Oktaria dicecar penyidik soal rumah di Simprug, Jakarta Selatan yang ditempati Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono saat ditangkap KPK.

"Diperiksa sebagai perantara sewa antara pemilik rumah dengan penyewa yang rumahnya digunakan NHD dan RH untuk persembunyian ketika ditangkap KPK," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (7/7/2020).

Ali menyebut Oktaria diperiksa dalam kapasitas agen properti. Oktaria diketahui sempat jadi Manager di PT Agung Podomoro Land hingga 2018.

Selain itu, Ali mengatakan, penyidik memeriksa saksi bernama Haji Sudirman. Penyidik mengkonfirmasi soal kenapa aset vila milik Nurhadi perpindah tangan kepadanya.

"Saksi Haji Sudirman terkait dengan mengapa adanya perpindahan tangan aset vila milik Nurhadi di Siawi ke tangan yang bersangkutan," kata Ali.

Ali menduga masih banyak pihak-pihak yang namanya digunakan Nurhadi untuk mengalihkan asetnya. Ia berharap pihak-pihak tersebut melapor ke KPK.

"Untuk itu, KPK berharap kepada pihak-pihak yang merasa pernah namanya juga diduga dipergunakan untuk dijadikan peralihan aset oleh tersangka NHD, agar melapor kepada KPK," tuturnya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Nurhadi bersama menantunya, Rezky Herbiyono (RHE), dan Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. Penerimaan tersebut terkait perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) pada 2010.

Kemudian, pada Senin (1/6) malam, KPK menangkap Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono (RHE), di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Nurhadi dan Rezky ditangkap KPK setelah menjadi buron selama hampir 4 bulan. Kedua tersangka itu kini ditahan di Rutan KPK. Namun hingga kini Hiendra belum juga tertangkap.

(ibh/jbr)