PKB: Jokowi Jangan 'Mbingungi' soal Reshuffle

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 18:51 WIB
Jazilul Fawaid
Waketum PKB Jazilul Fawaid (Dok. MPR)
Jakarta -

Isu reshuffle kabinet yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini diredam oleh Mensesneg Pratikno. PKB sebagai salah satu partai pengusung Jokowi menilai isu reshuffle terkesan membingungkan jika tidak ada ketegasan dari Istana.

"Bila reshuffle dilakukan tanpa alasan yang kuat untuk kepentingan rakyat berdasarkan evaluasi kinerja, maka dapat melahirkan pro-kontra baru di tengah publik," kata Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid kepada wartawan, Selasa (7/7/2020.

"Akhirnya sampai hari, kesannya maju-mundur, bahkan 'mbingungi' bila tidak segera dinyatakan tegas dan resmi dari Istana," imbuhnya.

Jazilul menilai kemarahan Jokowi menyampaikan pesan yang ditangkap publik sebagai isyarat reshuffle, namun sulit ditebak. Ia pun meminta isu reshuffle ini dihentikan.

"Ya, setop (isu reshuffle), mbingungi saja. Saatnya kerja dan tunjukkan hasil nyatanya," ujar Jazilul.

Wakil Ketua MPR itu mengatakan lebih baik kabinet fokus bekerja dengan baik. Menurutnya, rakyat menunggu hasil kerja pemerintah.

"Lebih baik tutup saja wacana reshuffle dan fokus kerja cepat, kerja tepat, dan kerja, kerja. Akhiri wacana reshuffle, kerja, kerja, kerja. Rakyat ingin segera merasakan hasilnya," tuturnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi dengan gamblang menyampaikan teguran keras ke menterinya tersebut dalam sidang paripurna kabinet pada 18 Juni 2020. Karena masyarakat perlu tahu lebih jauh instruksi Jokowi tersebut, video berisi 'kemarahan' Jokowi itu diunggah 10 hari kemudian, tepatnya 29 Juni 2020.

Isu reshuffle kabinet pun langsung memanas, bahkan ada yang menyebut reshuffle kemungkinan digelar pada Agustus.

"Langkah apa pun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara. Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu sudah," demikian peringatan keras Jokowi.

Namun peringatan keras Jokowi ini langsung diredam oleh Mensesneg Pratikno yang notabene adalah orang terdekat Jokowi juga. Pratikno menegaskan isu reshuffle kabinet tidak relevan karena para menteri langsung gerak cepat setelah ada teguran dari Presiden.

"Jadi kalau progresnya bagus, ngapain di-reshuffle? Intinya begitu. Tentunya dengan progres yang bagus ini isu reshuffle tidak relevan sejauh bagus terus. Sekarang sudah bagus dan semoga bagus terus. Tentu saja kalau bagus terus ya nggak ada isu, nggak relevan lagi reshuffle," ujar Pratikno yang disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (6/7).

(azr/van)