Menag: Insyaallah Salat Idul Adha Kenegaraan di Istiqlal

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 16:54 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meninjau kesiapan penerapan prosedur standar new normal. Kali ini Jokowi meninjau Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (2/6/2020).
Masjid Istiqlal (Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto)
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan Masjid Istiqlal akan kembali dibuka untuk umum. Salat Idul Adha kenegaraan dengan menerapkan protokol kesehatan akan dilaksanakan di Masjid Istiqlal sebagai tanda dibukanya kembali masjid tersebut.

"Insyaallah akan dilaksanakan salat Idul Adha tingkat kenegaraan di Masjid Istiqlal dengan penerapan protokol kesehatan COVID-19 sebagai awal dibukanya kembali Masjid Istiqlal untuk jemaah umum," kata Fachrul dalam rapat kerja di Komisi VIII DPR, Selasa (7/7/2020).

Kemenag juga akan menggelar sidang isbat penentuan Idul Adha pada 21 Juli 2020. Kemenag juga akan mendistribusikan khotbah Idul Adha dengan tema seragam.

"Pembuatan, penyediaan, dan pendistribusian, baik cetak maupun digital, naskah khotbah Idul Adha 1441 Hijriah/2020 Masehi bertemakan 'Solidaritas Sosial dalam Tatanan Baru Produktif dan Aman COVID'," ujar Fachrul.

Kemenag juga telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2020 tentang 2020 tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 Hijriah/2020 Masehi Menuju Masyarakat Produktif dan Aman COVID. Penyembelihan hewan kurban akan diatur untuk mematuhi protokol kesehatan dan menghindari kerumunan.

"Pengaturan kegiatan dimaksud menyesuaikan penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan dan pencegahan COVID-19 yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Penerapan protokol kesehatan ini diharapkan pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat berlangsung aman sesuai tuntutan agama Islam, sekaligus meminimalisasi risiko akibat terjadinya kerumunan dalam satu lokasi," ujar Fachrul.

"Untuk penyembelihan hewan kurban umumnya dilaksanakan secara gotong royong oleh masyarakat. Dimulai dari proses penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, dan pendistribusian daging hewan kurban. Proses-proses tersebut perlu dilakukan penyesuaian prosedur tatanan kenormalan baru. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah aplikatif dan efektif untuk mencegah dan mengendalikan potensi penularan COVID-19 di tempat penyembelihan hewan kurban," pungkasnya.

(azr/gbr)