Grab Bikin Program Bantu UMKM, Ini Kata Wali Kota Balikpapan

Nurcholis Maarif - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 16:53 WIB
Grab
Foto: Grab
Jakarta -

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengapresiasi Grab dengan program #TerusUsaha karena sejalan dengan inisiatif pemerintah kota di era tatanan baru dalam membangun perekonomian di Balikpapan. Tak terkecuali untuk digitalisasi UMKM agar lebih maju.

Ia mengutip data Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan, di mana 59.685 dari 300.974 orang yang bekerja pada Agustus 2019, termasuk dalam kategori pekerja yang melakukan usaha sendiri. Kata dia, menjadi pelaku gig economy bukan berarti menjadi pekerja santai tanpa harus mengikuti aturan yang ada.

"Pelaku gig economy harus menciptakan aturan dan kedisiplinan mereka sendiri. Etos kerja harus selalu terjaga sewaktu menjalankan usahanya masing-masing. Kehadiran platform teknologi seperti Grab, harus dimanfaatkan para pelaku UMKM agar mereka bisa lebih besar dan maju," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2020).

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kalimantan Timur (Kaltim), Fuad Assadin yang mewakili Gubernur Kaltim, Isran Noor. Kata Fuad, pihaknya menyambut baik program #TerusUsaha dalam memajukan UMKM di wilayahnya.

"UMKM ini luar biasa. Biarpun skalanya mikro dan kecil, UMKM bisa membuka peluang dan lapangan kerja baru untuk masyarakat di Kalimantan Timur. Program Grab untuk mendigitalkan UMKM ini diharapkan bisa membuat UMKM di Provinsi Kalimantan Timur tidak ketinggalan dan punya daya saing yang lebih kuat," ujarnya.

"Selain kesiapan dalam sisi bisnis, pelaku usaha juga harus siap menghadapi New Normal' dengan semua orang yang akan lebih sering berbelanja secara online. Saya mengucapkan selamat atas peluncuran program #TerusUsaha, serta berharap melalui inovasi dari Grab ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di situasi era tatanan baru," imbuhnya.

Sebagai informasi, Grab baru saja meluncurkan program ini buat membantu UMKM di Balikpapan dapat beradaptasi dan berkembang di era tatanan normal baru. Grab juga meluncurkan microsite yang dirancang khusus bagi UMKM untuk memberikan tips dan pengetahuan lainnya agar mereka dapat mengembangkan bisnisnya

Head of East Indonesia, Grab Indonesia, Halim Wijaya mengutip data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Balikpapan tahun 2019, yang menyebut dari 22.853 UMKM di Balikpapan tercatat 85% UMKM merupakan usaha mikro.

Melihat hal ini, kata Halim, kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan UMKM terutama bisnis kecil untuk bisa beradaptasi dan berkembang menjadi penting, agar ketangguhan ekonomi kota Balikpapan dapat terjaga.

"Selain sektor minyak dan gas, perekonomian kota Balikpapan juga ditopang oleh UMKM. Dengan situasi Indonesia yang semakin bergantung pada kemampuan digital, UMKM Balikpapan harus merangkul teknologi dan melakukan digitalisasi atau mereka akan tertinggal," ujar dia.

"Program ini juga diciptakan untuk mendukung program #BanggaBuatanIndonesia untuk memajukan pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Kreatif di tengah pandemi COVID-19. Kami percaya bahwa inilah saatnya bagi UMKM Balikpapan untuk maju dengan inovasi dan saling menginspirasi untuk dapat bertahan dan bangkit," imbuhnya.

(prf/ega)