Pak Jokowi, Jadi Nggak Nih Reshuffle Kabinet?

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 16:03 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Presiden Jokowi (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Jokowi marah besar ke menteri yang dianggap tak punya sense of crisis. Kalimat 'ancaman' bakal reshuffle pun terlontar, tapi kapan?

"Masyarakat menunggu nih maksud dari kemarahan Pak Jokowi itu apa. Langkah konkretnya seperti apa, jangan testing the water saja," kata pakar politik yang juga founder lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, Selasa (7/7/2020).

Saat ini , menurut Hendri, publik menunggu langkah konkret optimalisasi kinerja pemerintahan melewati masa pandemi. Jika Jokowi kemarin menyebut sejumlah menteri tak punya sense of crisis, maka evaluasi harus terus dilakukan.

"Kan Pak Jokowi marah ke menterinya itu sudah sering. Sampaikan apa yang terjadi. Kalau tidak Pak Jokowi ya jubirnya, ke mana jubirnya masa diam saja. Saat ini publik menunggu langkah berikutnya, whats next?," tanya Hendri.

Jokowi dengan gamblang menyampaikan teguran keras ke menterinya tersebut dalam sidang paripurna kabinet pada 18 Juni 2020. Karena masyarakat perlu tahu lebih jauh instruksi Jokowi itu, video berisi 'kemarahan' Jokowi itu diunggah 10 hari kemudian, tepatnya 29 Juni 2020. Isu reshuffle kabinet pun langsung memanas, bahkan ada yang menyebut reshuffle kemungkinan digelar di bulan Agustus.

Untuk lebih paham arahan Jokowi ke para menteri, mari kita simak lagi pernyataan keras Jokowi di depan para menterinya sebagai berikut:

"Langkah apapun yang extra ordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara. Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu sudah," demikian peringatan keras Jokowi.

Namun peringatan keras Jokowi ini langsung diredam oleh Mensesneg Pratikno yang notabene adalah orang terdekat Jokowi juga. Pratikno menegaskan isu reshuffle kabinet tidak relevan karena para menteri langsung gerak cepat setelah ada teguran dari Presiden.

"Jadi kalau progresnya bagus, ngapain di-reshuffle? Intinya begitu. Tentunya dengan progres yang bagus ini isu reshuffle tidak relevan sejauh bagus terus. Sekarang sudah bagus dan semoga bagus terus. Tentu saja kalau bagus terus ya nggak ada isu, nggak relevan lagi reshuffle," ujar Pratikno yang disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (6/7/2020).

Setelah Pratikno seolah mengerem isu reshuffle kabinet, sejumlah pihak mempertanyakan. Terutama soal kinerja menteri yang mendadak bagus, juga soal maksud Jokowi melemparkan teguran keras ke menteri yang berujung rem mendadak tersebut. Pertanyaan yang paling banyak muncul ialah apakah benar Jokowi benar-benar mau mereshuffle kabinet?

tonton video 'Pratikno: Progres Kabinet Sudah Bagus, Ngapain Reshuffle':

(van/fjp)