Usai RDP Tertutup, Komisi III Tinjau Langsung Rutan KPK

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 15:33 WIB
Komisi III DPR tinjau Rutan KPK (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Foto: Komisi III DPR tinjau Rutan KPK (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta -

Komisi III DPR meninjau langsung rutan KPK. Peninjauan dilakukan setelah melalukan rapat dengan pendapat (RDP) dengan KPK.

Pantauan detikcom, sejumlah anggota Komisi III DPR melakukan peninjauan rumah tahanan KPK yang berada di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2020). Ketua Komisi III Herman Hery memimpin rombongan dengan didampingi Ketua KPK Firli Bahuri.

Awalnya para anggota Komisi III itu meninjau tempat registrasi. Mereka menanyakan prosedur kunjungan di masa pandemi virus Corona.

"Kita menyediakan kunjungan online, jadi keluarga bisa dari rumah dengan melalui video conference," kata petugas KPK menjelaskan ke Herman Hery.

Komisi III DPR tinjau Rutan KPK (Ibnu Hariyanto/detikcom)Komisi III DPR tinjau Rutan KPK (Ibnu Hariyanto/detikcom)

Setelah itu, para anggota Komisi III meninjau bagian dalam rutan KPK. Namun, wartawan tidak diperkenankan ikut meliput kegiatan kunjungan ke dalam area Rutan KPK.

Tak lama anggota Komisi III yang dipimpin Herman Hery keluar dari Rutan KPK. Kunjungan Rutan KPK itu hanya berlangsung sekitar 10 menit.

Herman Hery sebelumnya menjelaskan alasan rapat dengar pendapat (RDP) dengan KPK dilakukan secara tertutup. Herman mengatakan kemungkinan ada hal sensitif yang bakal ditanyakan anggota Komisi III ke pimpinan KPK sehingga RDP disepakati dilakukan secara tertutup.

Ia mengatakan keputusan RDP dengan KPK dilakukan dengan tertutup merupakan keputusan dua belah pihak. Ia juga mengatakan tidak ada aturan yang dilanggar jika RDP dilakukan secara tertutup.

"Ada hal-hal yang mungkin sensitif dipertanyakan oleh anggota sehingga itu tidak menjadi sesuatu yang disalahartikan ke luar," kata Herman Hery.

Ia menegaskan tidak akan ada intervensi apapun meskipun RDP dilakukan secara tertutup. Menurutnya, hasil dari RDP itu akan disampaikan ke publik.

"Tetapi nanti apa yang dibicarakan, sebab akan dijelaskan kepada publik, media," sebutnya.

Tonton video 'Peran Pasutri Bupati-Ketua DPRD dalam Kasus Suap di Kutai Timur':

(ibh/gbr)