Terungkap, Ini Penyebab Kematian Remaja Korban Perkosaan 8 Pria di Tangerang

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 15:04 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Tangerang -

Polisi telah melakukan autopsi jenazah remaja putri korban perkosaan 8 pria di Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Hasil autopsi mengungkap penyebab kematian korban.

Kapolsek Pagedangan AKP Efri mengungkap bahwa kekerasan seksual yang dialami korban menjadi salah satu sebab korban jatuh sakit hingga akhirnya meninggal dunia.

"Hasil dari autopsi itu di alat kelamin korban itu ada luka. Nah, luka terjadi infeksi yang sangat hebat akibat daripada kekerasan seksual yang mengakibatkan infeksi yang sangat hebat," kata AKP Efri saat dihubungi detikcom, Selasa (7/7/2020).

"Nah infeksi itu yang menyebabkan kematian. Jadi sekarang itu, bisa dipastikan penyebab kematiannya itu karena adanya infeksi atau luka di rahimnya itu ya, ada luka di situ dan terjadi infeksi hebat akibat kekerasan seksual tersebut," sambung Efri.

Korban sendiri sempat dicekoki pil eximer sebelum diperkosa. Efri menyebut, eximer tidak berpengaruh terhadap kematian korban.

"Hasil uji autopsi itu kandungan eximer ternyata udah nggak ada lagi di tubuh korban. Jadi kan penyebab meninggalnya korban yang selama ini ditanyakan apakah karena pengaruh eximer itu, ternyata tidak ditemukan eximer di tubuh korban. Mungkin karena sudah lama juga ya," katanya.

Proses autopsi dilakukan pada 17 Juni 2020 silam. Proses autopsi digelar di makam korban oleh Tim Labfor Mabes Polri.

Kasus pemerkosaan terhadap seorang remaja berusia 16 tahun di Cihuni, Pagedangan, Tangerang Selatan, mencuat beberapa waktu lalu. Polisi menyebutkan setidaknya ada 8 pelaku pemerkosaan tersebut.

Polisi mengungkapkan, sebelum memperkosa, salah satu pelaku sempat memberikan tiga butir pil eximer kepada korban. Belakangan terungkap bahwa korban diketahui diperkosa bergilir sebanyak 2 kali, yakni pada 10 April dan 18 April.

Pihak keluarga baru membawa korban menjalani perawatan sejak 26 Mei hingga 9 Juni. Korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Khusus Jiwa Darma Graha Serpong.

Namun, dua hari kemudian, yakni 11 Juni, korban mengembuskan napas terakhir. Esok harinya korban kemudian dimakamkan. Polisi juga menyebutkan baru pada 12 Juni tersebut pihak keluarga melaporkan kasus yang menimpa korban ke Polsek Pagedangan.

(mei/mei)