Masjid Istiqlal Bakal Kembali Dibuka, Menag: Akan Laksanakan Salat Idul Adha

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 12:59 WIB
Renovasi Masjid Istiqlal terus dikebut pengerjaannya. Masjid itu diketahui jadi salah satu sarana ibadah yang dipersiapkan terapkan standar new normal.
Masjid Istiqlal (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan Masjid Istiqlal akan digunakan sebagai lokasi salat Idul Adha 1441 H yang diperkirakan jatuh pada 31 Juli 2020. Fachrul mengatakan pelaksanaan salat Idul Adha itu merupakan penanda dibukanya kembali Masjid Istiqlal untuk umum.

"Insyaallah akan dilaksanakan salat Idul Adha tingkat kenegaraan di Masjid Istiqlal dengan penerapan protokol kesehatan COVID-19 sebagai awal dibukanya kembali Masjid Istiqlal untuk jemaah umum," kata Fachrul dalam rapat kerja di Komisi VIII DPR, Selasa (7/7/2020).

Kemenag akan menggelar sidang isbat penentuan awal Zulhijah pada 21 Juli 2020, dengan sistem pelaporan rukiyatul hilal via live streaming. Kemenag juga akan mendistribusikan khotbah Idul Adha dengan tema seragam.

"Pembuatan, penyediaan, dan pendistribusian, baik cetak maupun digital naskah khotbah Idul Adha 1441 Hijriah/2020 Masehi bertemakan 'Solidaritas Sosial Dalam Tatanan Baru Produktif dan Aman COVID'," ujar Fachrul.

Selain itu, Kemenag telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2020 tentang 2020 tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 Hijriah/2020 Masehi Menuju Masyarakat Produktif dan Aman COVID. Penyembelihan hewan kurban akan diatur untuk mematuhi protokol kesehatan dan menghindari kerumunan.

"Pengaturan kegiatan dimaksud menyesuaikan penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan dan pencegahan COVID-19 yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Penerapan protokol kesehatan ini diharapkan pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat berlangsung aman sesuai tuntutan agama Islam, sekaligus meminimalisasi risiko akibat terjadinya kerumunan dalam satu lokasi," ujar Fachrul.

"Untuk penyembelihan hewan kurban umumnya dilaksanakan secara gotong royong oleh masyarakat. Dimulai dari proses penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, dan pendistribusian daging hewan kurban. Proses-proses tersebut perlu dilakukan penyesuaian prosedur tatanan kenormalan baru. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah aplikatif dan efektif untuk mencegah dan mengendalikan potensi penularan COVID-19 di tempat penyembelihan hewan kurban," pungkasnya.

(azr/zak)