Bupati Merangin Islamkan Warga Suku Anak Dalam di Desa Nalo Gedang

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 11:19 WIB
Pemkab Merangin
Foto: dok Pemkab Merangin
Jakarta -

Bupati Merangin, Al Haris, bersama Ketua MUI Merangin, Joni Musa, islamkan warga Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Nalo Gedang, Kecamatan Nalo Tantan. Bertempat di rumah Kepala Desa Nalo Gedang, Zuhadi, sembilan anak SAD dari Temenggung Karim mengucapkan dua kalimat syahadat.

Joni pun memandu pengucapan dua kalimat syahadat dibantu Al Haris dan diikuti anak SAD satu persatu. Usai mengislamkan sembilan anak SAD, Al Haris mengaku sangat bangga dan bersyukur atas hidayah yang diterima keturunan Temenggung Karim tersebut.

"Saya, ketua MUI dan warga disini (Nalo Gedang) menerima anak-anak kita dari SAD dengan hidayah Allah memeluk agama Islam dipimpin ketua MUI membacakan dua kalimat syahadat, saya tentunya sangat berbahagia," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2020).

Ia menyebutkan akan memberikan bimbingan ilmu agama dan berharap anak-anak SAD yang baru mualaf tersebut menjadi muslim yang taat.

"Insyaallah kita membimbing dan mendidik mereka sebagaimana mendidik anak Merangin lainnya. Mereka harus dibekali ilmu agama dan saya harap masyarakat membantu kami jika ketemu dijalan tegur mereka. Saya minta petugas kesehatan menyunat mereka," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa kesembilan SAD ini harus memiliki tempat mengaji, bersekolah, dan kelak bisa berbaur dengan masyarakat. Ia berharap akan ada SAD lainnya yang mendapat hidayah dan bisa menjadi seorang muslim.

"Mereka harus ada tempat mengaji, sekolah dan berbaur dengan masyarakat, semoga ada yang hafiz. Karena sudah ada anak-anak SAD yang di pesantren umur enam tahun sudah khatam Alquran dan saat ini belajar hafiz. Kita juga berharap yang lainnya juga mendapat hidayah," tambahnya

Bupati Merangin dua periode ini juga mengapresiasi Pemdes Nalo Gedang dan Camat Nalo Tantan yang sudah memfasilitasi anak-anak dari SAD memeluk Islam. Tak hanya pemerintah desa, para orang tua anak SAD ini pun tak keberatan jika anak-anaknya memeluk agama Islam.

"Alhamdulillah orang tuanya setuju anaknya islam. Dunia terus berkembang, ilmu terus berkembang dan teknologi juga berkembang dan mungkin selamanya mereka di rimba. Semoga niat masuk islam untuk merubah diri agar lebih baik lagi," sebut Al Haris.

Sementara itu ketua MUI Merangin, Joni Musa, mendoakan agar anak-anak SAD tersebut istiqomah dan menjadi Islam yang taat, menjadi muslim yang baik dan menjadi teladan di tengah komunitas mereka.

"Mereka ini butuh perhatian kita semua, semoga yang lainnya juga diberikan hidayah. Tentu ini menjadi sejarah besar karena barang siapa yang mengislamkan orang laki maupun perempuan maka wajib baginya surga," ujarnya.

Sementara itu Temenggung Karim mengatakan tidak ada paksaan terhadap sembilan keturunannya mengucapkan dua kalimat syahadat, meski dirinya belum memeluk agama Islam.

"Ya mereka mau masuk Islam. Saya tidak masalah," kata Temenggung Karim.

Selain Bupati, Ketua MUI, Camat Nalotantan dan Kades Nalo Gedang pengislaman sembilan anak SAD juga disaksikan warga setempat. Usai mengucapkan dua kalimat syahadat sembilan anak SAD juga diberi nama Islam yakni Abdurrahman Efendi, Abdurrahim Kembar, Abdul Rozak Ambul, Sholeh Tanga, Fatimah Vivi, Eva Solehah, Budi Abdul Fattah, Ganang Zainudin dan Muhammad Supri.

(ega/ega)