Abdullah Sonata Mulai Disidang di PN Jaksel Pukul 10.00
Kamis, 29 Des 2005 08:14 WIB
Jakarta - Abdullah Sonata, tersangka terorisme bom Kuningan hari ini mulai disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sidang akan dibuka mulai pukul 10.00 WIB. Agenda sidang yakni pembacaan dakwaan oleh jaksa.Abdullah Sonata dibekuk oleh aparat kepolisian pada beberapa bulan lalu. Dia dipercaya dekat dengan buronan kelas kakap Noordin M Top. Abdullah mengaku bertemu dengan Noordin M Top sebanyak dua kali, pada tahun 2004. Pertemuan keduanya melalui seorang perantara. Pertemuan antara Abdullah dengan Noordin M Top tersebut dilakukan di Pekalongan dan Solo, pada tahun 2004. Dalam pertemuan pertama, Abdullah sempat mengadakan diskusi atau takziah yang menyangkut soal jihad dengan istimata (bunuh diri). Pada bulan Desember 2004, Abdullah kembali bertemu buronan kakap itu. Tujuannya, untuk menolak paham dan tujuan jihad yang dikemukakan Noordin pada pertemuan sebelumnya.Sejak ditangkapnya Abdullah, polisi meyakini aliran dana untuk kegiatan teroris di wilayah Indonesia sudah terputus. "Untuk di Indonesia sudah tidak ada, sebab dia (Sonata-red.) sudah tertangkap sehingga terputus (dananya). Mereka sekarang kesulitan dana sejak tertangkapnya dia," ujar ujar Kapolri Jenderal Pol Sutanto beberapa waktu lalu.Belakangan beredar kabar maraknya kasus perampokan bank maupun nasabah bank untuk mendanai aksi terorisme. Sedikitnya dalam sepekan terakhir ini, ada tiga kasus perampokan bank terjadi di Jakarta dan Banten.Pertama di depan Bank Mandiri cabang Tebet, Jakarta Selatan. Perampok hampir mengondol uang sebesar Rp 75 juta. Tak lama kemudian perampokan terjadi di Bank BNI cabang Plumpang, Jakarta Utara. Uang sebesar Rp 130 juta raib pada Senin 26 Desember. Pada hari yang sama, aksi perampokan menimpa nasabah Bank Buana cabang Tangerang, Banten. Perampok menggondol uang sebesar Rp 60 juta.Wakadivhumas Mabes Polri Kombes Pol Anton Bachrul Alam menyatakan polisi sangat serius menangani berbagai aksi perampokan yang belakangan ini marak kembali."Memang ada indikasi, uang perampokan untuk mendanai aksi terorisme. Tapi kita belum bisa menyimpulkan karena masih terus mengadakan penyelidikan terhadap semua kasus perampokan tersebut," kata Anton.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ketut Untung Yoga Ana juga mengungkapkan hal serupa. Menurut Untung, kepolisian sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, termasuk adanya indikasi perampokan dilakukan kelompok teroris untuk mendanai aksi mereka.
(ddn/)











































