TKI Lolos Hukuman Mati, Menaker Apresiasi Peran Advokasi Masyarakat

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 21:22 WIB
Kemnaker
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Etty binti Toyib di Arab Saudi yang lolos dari hukuman mati. Menurutnya, kepulangan Etty ke Indonesia atas partisipasi dan dukungan dari masyarakat.

"Saya sebagai pemerintah ingin menyampaikan terima kasih atas dukungan, partisipasi masyarakat, terutama dari keluarga besar NU melalui LAZISNU," kata Ida dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2020).

Hal itu diungkapkannya usai menjemput Etty di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Turut menjemput kepulangan Etty, Kepala BP2MI, Benny Ramdhani; Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid; Anggota DPR RI Komisi IX, Anggia Ermarini dan Nihayatul Wafiroh.

Menurut Ida, peran masyarakat dan advokasi dari perwakilan Indonesia untuk Arab Saudi sangat besar atas pembebasan dan kepulangan Etty ke Indonesia.

"Saya kira ini kerja teman-teman perwakilan kita yang sudah mengadvokasi kepada Bu Etty, dan akhirnya beliau dibebaskan dengan diyat yang harus dibayar. Dan diyat itu atas dukungan dari seluruh masyarakat, termasuk temen-temen Komisi IX yang mensupport juga," ungkapnya.

Diketahui, Etty binti Toyyib merupakan TKI asal Majalengka, Jawa Barat yang lolos dari hukuman mati di Arab Saudi berkat tebusan 4 juta riyal atau Rp 15,5 miliar.

Etty Toyyib merupakan TKI yang bekerja di Kota Taif, Arab Saudi. Pada 2001, Etty didakwa menjadi penyebab meninggalnya sang majikan, Faisal al-Ghamdi. Etty dituduh meracuni sang majikan.

Pada kesempatan ini, Ida menyatakan komitmennya untuk terus mengadvokasi TKI yang tengah mengalami masalah tersebut. Ia juga menyatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan menjemput PMI yang mengalami masalah imigrasi di Malaysia dan akan segera pulang.

"Dalam waktu dekat kami akan menjemput temen-temen yang mengalami masalah imigrasi di Malaysia yang alhamdulillah dibebaskan dengan tanpa denda. Itu juga atas kerja keras semua pihak melalukan diplomasi dengan temen-teman di Malaysia," jelasnya.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan moratorium dengan pemerintah Arab Saudi untuk penempatan TKI. Nantinya penempatan melalui Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) SPSK.

Menurutnya, dengan sistem tersebut, perlindungan terhadap TKI akan lebih maksimal karena berbadan hukum, bukan perorangan.

Terkait permintaan pembukaan kembali penempatan TKI ke luar negeri, Ida menuturkan belum melakukan penempatan TKI, pihaknya masih melakukan koordinasi dan evaluasi dengan berbagai gugus tugas dan negara penempatan, karena pandemi COVID-19 masih berlangsung. Penundaan sementara keberangkatan ini dinilai sebagai perlindungan terhadap TKI.

"Kami sedang menyusun protokol untuk penempatan kembali. Kami sedang koordinasi dengan gugus tugas menyangkut kesiapan negara penempatan. Jadi kita tunda sementara pemberangkatan karena memang semua negara penempatan juga mengalami pandemi," pungkasnya.

(akn/ega)