Fase New Normal di Pontianak, Warga Tak Pakai Masker Langsung Diuji Swab

Adi Saputro - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 20:09 WIB
Razia kepatuhan protokol kesehatan di Pontianak.
Razia kepatuhan protokol kesehatan di Pontianak. (Foto: Dok. Istimewa)
Pontianak -

Penerapan fase new normal di Kota Pontianak sudah berjalan selama satu bulan. Namun pemberlakuan normal baru ini tidak dibarengi dengan kepatuhan protokol kesehatan.

Hal itu didapat dalam razia masker yang dilakukan oleh Kodim 1207/ BS Pontianak, Polresta Pontianak kota bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Senin (6/7/2020). Selain razia masker, juga dilakukan pemeriksaan swab di halaman auditorium universitas Tanjungpura Pontianak.

Razia yang berakhir pukul 17.00 WIB ini menjaring puluhan pengendara sepeda motor dan kerumunan anak-anak olahraga bersepeda yang keluar rumah tanpa menggunakan masker.

"Kita sekarang melakukan penindakan disiplin, karena di fase new normal ini setelah dievaluasi, ini masyarakat masih banyak yang keluar rumah tidak menggunakan masker serta tidak menjaga jarak, padahal saat ini masih pandemi COVID-19. Untuk itu kita harus terus menekan penyebaran COVID-19 di Kalbar, dan masyarakat tidak terlalu euforia," imbau Pasiter kodim 1207/BS Pontianak, Mayor Inf Rendra Satrio Wibowo, kepada wartawan di lokasi.

Warga yang kedapatan tidak menaati protokol kesehatan itu kemudian diberi masker gratis oleh petugas, termasuk wajib mengikuti pemeriksaan swab. Pengambil sampel uji swab ini dilakukan petugas dengan pakaian hazmat atau alat pelindung diri yang lengkap. Mereka yang sudah mengikuti pemeriksaan sampel uji swab kemudian diperbolehkan pulang.

Rendra mengatakan, warga harus diingatkan terus soal penerapan protokol kesehatan. Sehingga penindakan seperti razia masker dan pemeriksaan swab bisa meningkatkan kesadaran pentingnya protokol COVID-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr Harisson menambahkan, meski tingkat kesembuhan penderita COVID-19 di Kalimantan Barat meningkat, namun wilayahnya masih masuk zona kuning. Karena itu di fase new normal ini masyarakat harus diberikan kesadaran dan kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Ini bentuk shock terapi kepada warga yang tak patuh terapkan protokol kesehatan, dirazia dan mereka akan kita uji sampel swab," kata Harisson.

(idn/idn)