Polri Ungkap Fakta-fakta Satgas Tinombala Salah Tembak Petani di Poso

Wilda Nufus - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 19:43 WIB
ilustrasi penembakan
Foto: Ilustrasi penembakan (dok Internet)
Jakarta -

Polri mengungkap fakta-fakta terkait kasus dugaan salah tembak oleh Satgas Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Awalnya polisi menyebut Satgas Tinombala masih mencari 14 DPO yang berasal dari kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timut (MIT) pimpinan Ali Kalora.

"Sebagaimana telah disampaikan bahwa Satgas Tinombala dibentuk dalam rangka mengedepankan penegakan hukum dengan memburu target operasi yaitu kelompok Ali Kalora yang sampai saat ini masih ada 14 orang DPO di wilayah Poso, Sulawesi Tengah," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiono di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2020).

Awi mengatakan TKP salah tembak yakni Desa Kawende, Poso, Pesisir Utara ini merupakan zona merah. Disebut zona merah karena sering terjadi kontak senjata.

Awi menuturkan di zona merah itu didirikan pos sekat untuk mengontrol warga yang hendak keluar masuk di KM 09. Warga yang melintas diminta melapor.


Kejadian salah tembak itu, kata Awi, bermula pada (2/6) pukul 15.15 WITa, ketika daerah tersebut sedang diguyur hujan deras. Kedua korban, disebut Awi, masuk ke area KM 09 tanpa melapor ke petugas pos sekat.

"Sehingga sebagaimana aturannya, tim yang bertugas patut mewaspadai dan segera melakukan ambush (penyergapan) atau penghadangan terhadap kedua orang tidak dikenal," ucap Awi.

Polisi mengaku sudah bertindak sesuai prosedur dengan memberi peringatan lisan. Namun pada peringatan awal, lanjut Awi, korban tidak mengindahkan, bahkan malah melarikan diri.

Selanjutnya
Halaman
1 2