Bertemu Prabowo, Airlangga: Stabilitas Politik Penting dalam Suasana Pandemi

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 18:54 WIB
Ketum Golkar AIilangga Hartarto temui Ketum Gerindra Prabowo Subianto
Ketum Golkar Airlangga Hartarto saat bertemu Ketum Gerindra Prabowo Subianto (Foto: Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sore ini. Airlangga menyebut pertemuan kali ini penting untuk menjaga stabilitas politik di tengah pandemi COVID-19.

"Dan karena Partai Golkar dan Gerindra sama-sama di pemerintah, sama-sama mendukung di Kabinet Indonesia Maju. Dan tentunya dalam situasi pandemi COVID, menjadi penting stabilitas politik, dan stabilitas politik akan semakin baik dengan silaturahmi sehingga tentu silaturahmi ini akan mempersolid pemerintah," kata Airlangga usai pertemuan di Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2020).

Tak hanya, pertemuan kedua pimpinan parpol itu juga membahas kemungkinan koalisi di pilkada. Airlangga menyebut keduanya juga bertukar pandangan soal situasi politik saat ini.

"Tadi disampaikan banyak, ada persamaan di dalam pilkada, dan ada juga yang berbeda. Tadi menggarisbawahi apa yang disampaikan Bapak Prabowo, bahwa perbedaan dalam pilkada itu sesuatu yang normal dan wajar-wajar saja, tetapi kita sepakat bahwa kita semua mendukung dan menjaga persahabatan, menjaga NKRI, dan kita berjuang untuk kemajuan Indonesia," ujarnya.

Senada dengan Airlangga, Pabowo mengatakan pertemuan kali ini dalam suasana persahabatan karena keduanya sama-sama berada di koalisi pemerintahan. Prabowo mengatakan Gerindra dan Golkar juga mungkin akan bekerja sama dalam kontestasi pilkada di sejumlah daerah.

"Ini pertemuan antara sahabat, pertemuan komunikasi politik, karena Golkar dan Gerindra sama-sama partai kebangsaan, sekarang kita bersama-sama dalam koalisi pemerintah Kabinet Indonesia Maju di bawah Presiden Bapak Joko Widodo," ujar Prabowo.

"Tadi kita menukar pandangan membahas beberapa hal, menyangkut kebangsaan, hubungan strategis, sampai dengan kemungkinan-kemungkinan yang di depan kita, bagaimana kerja sama Golkar sama Gerindra, khususnya mungkin di pilkada-pilkada tertentu," pungkasnya.

(azr/gbr)