Mei-Juli Pemkab Sumedang SWAB Test 899 Orang dan 3.644 Rapid Test

Nurcholis Maarif - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 18:12 WIB
Swab Test Pedagang Pasar Cisarua, ilustrasi tes swab, test swab, ilustrasi virus corona, ilustrasi tes corona
Ilustrasi/Foto: Dok. Diskominfo Kabupaten Bogor.
Jakarta -

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang melaporkan masih ada dua pasien positif COVID-19 yang belum sembuh. Dua orang tersebut berasal dari Kecamatan Tojo dan Kecamatan Darmaraja.

Dari 13 pasien COVID-19 di Sumedang, 11 di antaranya telah dinyatakan sembuh. Jumlah pasien COVID-19 tersebut diambil setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang melakukan SWAB test ke 899 orang sejak bulan Mei hingga saat ini. Hingga hari ini, Dinkes setempat juga telah melakukan rapid test ke 3.644 orang dan rapid test ulang ke 108 orang dengan hasil nonreaktif.

Dalam laporannya, Pemkab Sumedang juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas perjuangan, kerja keras, curahan tenaga, dan pikiran sehingga COVID-19 di Kabupaten Sumedang cukup terkendali.

"Saat ini yang positif COVID-19 tinggal 2 orang lagi, dan mudah-mudahan cepat sembuh serta tidak ada kasus baru sehingga Sumedang segera masuk zona hijau," demikian disampaikan Humas Pemkab Sumedang dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2020).

Namun, saat ini Pemkab Sumedang masih mengamati banyak sekali anak-anak yang tidak memakai masker dalam berkegiatan. Padahal, di saat yang bersamaan orang tuanya tetap menggunakan masker.

"Perlu dipahami jika anak-anak adalah salah satu kelompok usia paling rawan terpapar COVID-19. Untuk itu, pakaikanlah masker juga bagi anak, dan jika anak-anak tidak nyaman dengan masker, bisa memakai face shield," ujarnya.

Dijelaskannya juga, setelah Sumedang menjadi zona hijau, maka seluruh kegiatan perekonomian boleh dibuka 100 persen, termasuk kegiatan di sekolah dengan protokol yang sangat ketat.

"Untuk itu, kepada seluruh warga Kabupaten Sumedang diimbau tetap disiplin menjaga jarak, mengurangi bepergian, menggunakan masker setiap keluar rumah dan rajin mencuci tangan memakai sabun untuk menekan angka penyebaran virus," ujarnya.

"Keberhasilan menekan angka infeksi COVID-19 ditentukan oleh dukungan semua pihak pada Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)," imbuhnya.

Lalu pda masa AKB ini, warga Sumedang diingatkan selalu untuk STMJ atau Singkat, Tak Bersentuhan, Masker, Jaga Jarak.

"Selain menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hal yang tidak kalah pentingnya lagi adalah menjaga imunitas tubuh dengan selalu makan makanan bergizi, berolahraga teratur, penuhi kebutuhan minum air putih setiap hari dan minum vitamin," ujarnya

"Pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru, tingkat kewaspadaan dan tes masif perlu ditingkatkan, agar penyebaran virus dapat ditangani dengan baik," pungkasnya.

(prf/ega)