Pertamina MOR I Salurkan Rp 2,375 M Ajak UMKM Gunakan LPG Nonsubsidi

Nurcholis Maarif - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 16:55 WIB
PT Pertamina (Persero) uji pasar Bright Gas 3 kiloan hari ini, Selasa (03/7/2018). Uji pasar ini dilakukan lebih dulu di Jakarta sebelum ke daerah lainnya.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) I menghadirkan Program Kemitraan (PK) Pinky Movement buat UMKM terdampak pandemi COVID-19. Dana permodalan sebesar Rp 2.375.000.000 disalurkan Pertamina kepada pelaku UMKM untuk konversi ke LPG nonsubsidi dalam program tersebut.

"PK Pinky Movement memberikan permodalan bergulir super ringan yang sangat dibutuhkan UMKM untuk bangkit kembali. Di samping itu, juga menjalankan pembinaan dan pengembangan usaha bagi pelaku UMKM," ujar General Manager Pertamina MOR I, Gema Iriandus Pahalawan, dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2020).

Hal itu diucapkannya pada seremoni penyaluran permodalan di Medan. Gema mengatakan Pinky Movement mendorong UMKM untuk menggunakan LPG nonsubsidi melalui program konversi LPG 3 kg ke Bright Gas. Program konversi dilakukan karena UMKM yang handal tidak bergantung pada barang-barang bersubsidi.

Sementara itu, Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR I, Roby Hervindo menyatakan program ini mendapat sambutan antusias dari pelaku UMKM. "Hingga kini, 22 pelaku UMKM dari Provinsi Sumut, Sumbar, Aceh, dan Riau telah bergabung dalam PK Pinky Movement," ujarnya.

Dalam kegiatan seremoni di rumah makan Ikan Bakar 17 Medan tersebut, dana permodalan sebesar Rp 2.375.000.000 disalurkan kepada pelaku UMKM. Digulirkan kepada enam pelaku UMKM di Sumut senilai Rp 470 juta dan tiga UMKM di Sumbar sebesar Rp 430 juta. Kemudian enam UMKM di Aceh mendapatkan dana permodalan Rp 1,1 miliar dan tujuh UMKM di Riau menerima Rp 375 juta.

Dijelaskannya, seluruh UMKM yang menerima dana permodalan telah beralih menggunakan Bright Gas 5,5 kg. Hal ini dipermudah dengan program gratis tukar tabung LPG 3 kg ke LPG Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg, dan ditambah dengan diskon isi tabung hingga Rp 136.600 per tabung.

"Dengan diberikannya bantuan ini, diharapkan dapat membantu para UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka," ujar Roby.

Pemilik rumah makan Ikan Bakar 17, Johari, merupakan salah satu pelaku UMKM yang mengikuti PK Pinky Movement. Ia mengungkapkan program ini sangat membantu, terutama dalam situasi pandemi.


"Saya merasa bersyukur dengan adanya PK Pinky Movement ini. Selain memberi pinjaman dengan kredit sangat ringan, Pertamina juga memberikan Bright Gas. Sehingga meringankan beban saya, terutama saat situasi sekarang dan saya dapat terus melanjutkan pakai LPG nonsubsidi," kata Johari.

Selain PK Pinky Movement, Pertamina juga tengah menjalin kerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut serta Biro Bina Perekonomian Setdaprovsu.

"Kerja sama bertujuan untuk mendorong kebangkitan UMKM sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Toba. Sebagai salah satu dari 5 destinasi wisata super prioritas, kami terus mendorong agar UMKM di sekitar wilayah Toba memanfaatkan program ini dengan optimal," ujar Ruth Kristina, Kepala Bagian Administrasi dan Perekonomian Umum dari Biro Bina Perekonomian Setdaprovsu.

(prf/ega)