Ke Mahasiswa, MPR: Tak Perlu Bambu Runcing, Medsos Bisa Jadi Alat Juang

Inkana Putri - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 15:09 WIB
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (13/12)
Foto: CNN Indonesia/Martahan Sohuturon
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid hadir dalam Pembukaan, Pembekalan, dan Pelepasan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta yang digelar virtual hari ini.

Dalam acara tersebut, Jazilul mengajak generasi muda untuk menjadikan media sosial (medsos) sebagai medan perjuangan. Selain popular di lintas generasi, hampir semua lini kehidupan dan informasi juga berkembang pesat melalui medsos.

"Jika dulu para pejuang menggunakan bambu runcing untuk mengusir penjajah, saat ini tantangannya berbeda. Karena itu, saya mengajak adik-adik menjadikan media seperti Youtube, Facebook, Instagram dan Twitter menjadi alat perjuangan adik-adik. Tak perlu bikin bambu runcing untuk menghadapi musuh karena yang kita hadapi hari ini berbeda. Hari ini berbeda cara dan medan perjuangan kita," ujar Jazilul Fawaid dalam keterangannya, Senin (6/7/2020)

Jazilul yang akrab disapa Gus Jazil mengatakan anak muda juga harus bisa beradaptasi dan memanfaatkan jari dan jempolnya sebagai alat perjuangan. Ia juga mengimbau agar mereka dapat mengambil hikmah di balik momentum pandemi COVID-yang mengharuskan semua proses belajar dilakukan secara online.

Di sisi lain, Gus Jazil juga mengajak para mahasiswa sebagai generasi terdidik untuk bisa berperan dalam bidang kebangsaan, salah satunya melalui partai politik.

"Banyak pilihan-pilihan parpol, itu adalah medan-medan perjuangan di wilayah kebangsaan. Medan perjuangan kebangsaan itu bisa juga jadi menteri, gubernur. Itu adalah jabatan-jabatan politik," katanya.

Menurutnya, generasi muda terdidik, khususnya lulusan IIQ harus mengambil peran di bidang kebangsaan, selain juga bidang keagamaan yang menjadi core IIQ.

"Saya mengajak adik-adik sebagai sarjana Alquran mengambil kepeloporan di bidang keagamaan, juga di bidang politik. Jangan berdiam saja sehingga politik ini hanya diisi oleh orang-orang yang belum atau tidak memiliki dasar keagamaan yang kuat," paparnya.

Lebih lanjut, Gus Jazil berharap, nantinya lulusan IIQ bisa mengambil posisi-posisi penting di kenegaraan atau kebangsaaan. Dengan begitu, arah pembangunan Indonesia ke depan akan jauh lebih baik dengan berlandaskan nilai-nilai Alquran dan nilai-nilai rahmatan lil alamin.

"Kita jadikan Alquran ini penghubung jembatan emas nilai-nilai keislaman yang diwujudkan dalam perjuangan kebangsaan. Jadikan Al Qur'an ini menjadi jembatan emas untuk berjuang di wilayah agama, sekaligus di wilayah kebangsaan dan politik," tuturnya.

Selain itu, Gus Jazil juga mengimbau agar para mahasiswa yang melakukan KKL untuk dapat memanfaatkan ilmunya dengan mengajar anak-anak usia sekolah dasar di kampung-kampung yang tidak bisa melakukan proses belajar mengajar dengan lancar akibat pandemi COVID-19.

"Tolong di tempat adik-adik terjun ke desa-desa, jadikan Posyandu untuk mendidik adik-adik usia Sekolah Dasar yang kehilangan aktivitas pendidikan. Tolong adik-adik berikan pengajaran-pengajaran Alquran dan umum," pungkasnya.

(mul/mpr)