Polisi Telusuri Kasus Wanita Muda di Bogor Diteror Cairan Diduga Sperma

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 14:36 WIB
Korban Pelecehan di Gunungputri Bogor
Korban Pelecehan di Gunungputri, Bogor (Sachril/detikcom)
Bogor -

Seorang wanita berinisial R (20), di Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengaku disiram cairan yang diduga sebagai sperma, Minggu (5/7) kemarin. Polisi pun mengecek kebenaran kasus ini.

"Saya suruh anggota ke sana untuk kepastian (kasus penyiraman cairan diduga sperma ini)," kata Kapolsek Gunung Putri Kompol Andriyanto, ketika dihubungi, Senin (6/7/2020).

Kompol Andriyanto mengatakan dirinya juga sudah mendapat laporan adanya kasus ini. Meski demikian, dia menyebut korban belum datang membuat laporan ke kantor polisi.

"Kita lagi menunggu laporan karena sampai saat ini belum ada laporan ke kita. Belum ada laporan ke kita, seandainya ada laporan nanti kita tindaklanjuti," ujar Andriyanto.

Sebelumnya R mengatakan akan melaporkan kasus ini ke kantor polisi. R mengatakan kasus ini terjadi di sebuah ruas jalan di wilayah Gunungputri pada Minggu (5/7) sekitar pukul 21.30 WIB. Saat kejadian, dia dan seorang temannya berinisial S hendak pulang ke kosan menggunakan sepeda motor.

"Iya habis pulang main. Terus kan berpapasan gitu, ya. Ada cowok, sendiri, bawa motor. Motornya kayaknya Vario deh. Terus dari jauh sudah kelihatan dia bawa air botol gitu, nggak tahu apa, tapi (warna airnya) putih," ungkapnya.

"Terus langsung mepet saja gitu (motor pelaku) ke kita. Terus langsung ngehampirin, langsung siram ke muka (saya) gitu langsung. Kayak sengaja," ungkapnya.

Ditanya lebih jauh apakah cairan tersebut memang sperma atau bukan, R tidak membenarkan atau membantah. Kendati demikian, R menyebut cairan yang disiramkan ke wajahnya itu berbau dan berlendir.

"Kurang tahu sih itu sperma apa nggak. Tapi bau dan berlendir gitu sih," kata R saat diwawancarai di kosannya hari ini.

"Warna putih berlendir juga," sambungnya.

Tonton video 'Geger Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya':

(hri/hri)