Pertamina Mulai Uji Coba Transaksi Nontunai di Surabaya

Nurcholis Maarif - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 13:57 WIB
Pertamina
Foto: Dok, Pertamina
Jakarta -

Pertamina menguji coba pemberlakukan transaksi nontunai di seluruh SPBU di Surabaya mulai 1 Juli kemarin. Dari 93 SPBU yang ada di Surabaya, seluruhnya telah dilengkapi infrastruktur untuk transaksi nontunai dan tahapan uji coba akan dilakukan dalam tiga fase.

Fase pertama akan diberlakukan transaksi nontunai via aplikasi My Pertamina di jalur khusus 'red carpet', sedangkan jalur lain tetap dapat melayani pembayaran tunai. Fase kedua akan diberlakukan transaksi nontunai di jalur bahan bakar nonsubsidi seperti Perta-Series dan Dex-Series, namun untuk jalur Premium dan Solar masih dapat melayani pembayaran tunai. Sedangkan di fase ketiga akan diberlakukan transaksi nontunai di seluruh jalur pengisian BBM di SPBU.

Unit Manager Communication & CSR MOR V Jatimbalinus, Rustam Aji mengatakan Pertamina berupaya untuk terus berpartisipasi aktif dalam pencegahan penularan COVID-19 dan siap mendukung Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi COVID-19 yang menyebutkan agar transaksi jual beli dilakukan secara nontunai.

Dijelaskannya, penggunaan benda-benda yang disentuh oleh banyak orang, termasuk uang tunai, baik kertas atau logam, sebaiknya terus dikurangi. Alasannya virus penyebab COVID-19 bisa saja berpindah dari tangan satu orang ke orang lain melalui uang tunai.

"Selain itu, Pertamina juga ikut mendukung program Bank Indonesia dengan menggalakkan program Gerakan Nasional Non Tunai (GNTT). Karena pembayaran secara nontunai atau biasa disebut cashless terbukti sebagai metode transaksi keuangan yang praktis, aman, dan efisien," ujar Rustam dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2020).

Menurut Rustam, setiap tahapan nantinya akan terus dievaluasi demi kenyamanan pelanggan dalam bertransaksi di SPBU. Ia juga menekankan bahwa transaksi dengan penggunaan nontunai aman dilakukan di SPBU sesuai dengan tata cara yang berlaku.

"Jika menggunakan motor, pastikan posisi motor dengan dispenser berjarak 1.5 meter, lalu pelanggan dapat melakukan snap QR Code melalui aplikasi LinkAja dan menunggu bukti pembayaran muncul dan transaksi dinyatakan berhasil," ujarnya

"Jika menggunakan mobil, pastikan posisi mobil sudah sesuai dengan titik yang ditetapkan dan posisi mesin dalam keadaan mati, nantinya petugas SPBU akan menghampiri dengan membawa QR Code untuk melakukan proses transaksi," jelas Rustam.

Kata Rustam, Pertamina telah menerapkan protokol kesehatan yang telah berlaku semenjak munculnya wabah COVID-19 di SPBU. Beberapa upaya telah dilakukan oleh Pertamina untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pelanggan yang hendak bertransaksi di SPBU.

Mulai dari disinfeksi berkala di semua fasilitas SPBU, pengecekan suhu tubuh bagi operator di awal shift kerja, penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SPBU, serta penggunaan alat pelindung diri (APD) yang meliputi masker, face shield, dan sarung tangan bagi seluruh operator SPBU yang bertugas.

Tidak hanya itu, kata Rustam, untuk kenyamanan dan keamanan pelanggan, Pertamina juga mengimbau kepada pelanggan untuk selalu mengenakan masker ketika berada di area SPBU dan selalu menjaga jarak ketika sedang melakukan pengisian BBM di SPBU.

"Untuk pelanggan yang mengisi bahan bakar roda empat, agar tetap berada di mobil ketika melakukan pengisian BBM. Sedangkan untuk pengendara roda dua diimbau untuk turun dari kendaraan dan berdiri di tanda yang telah disediakan berseberangan dengan operator SPBU. Setelah pengisian selesai, operator SPBU akan menghampiri pelanggan untuk melakukan transaksi pembayaran dengan nontunai," tambah Rustam.

Lebih lanjut Rustam mengatakan beragam promo bagi pelanggan senantiasa hadir dalam aplikasi MyPertamina. Salah satunya cashback berlaku untuk pembelian produk-produk tertentu sesuai dengan syarat dan ketentuan.

"Pertamina memberikan cashback 50 persen bagi pengemudi ojek online yang membeli Pertalite, 50% untuk pembelian Pertalite dan Dexlite untuk pengemudi angkutan kota, serta cashback 30% bagi masyarakat umum yang membeli Pertamax Series dan Pertamina Dex," tutup Rustam.

(prf/ega)