Tiga Warga Salena Pengikut Mahdi Hilang
Rabu, 28 Des 2005 23:33 WIB
Palu - Dua bulan pasca bentrok kelompok Mahdi dengan polisi yang menewaskan tiga perwira polisi dan dua warga sipil, tiga warga Salena, Palu Barat, Sulawesi Tengah dinyatakan hilang. Batang hidung mereka tidak terlihat lagi sehari setelah bentrok. Diduga merekalari bersama Mahdi, sang pemimpin spiritualnya yang sampai kini masih menjadi buronan polisi.Tiga warga Salena yang dinyatakan hilang itu adalah Senti, Irwan dan Malik. Mereka rata-rata berusia 19-an tahun. Mereka diketahui dekat dengan Mahdi, yang dicari-cari polisi karena diduga sebelumnya telah menyebarkan sebuah aliran kepercayaan di wilayah permukiman suku asli di Pegunungan Gawalise, sekitar 10 kilometer arah Barat Daya, Kota Palu.Menurut Yusa, ayah kandung Senti sehari sebelum bentrok pada Selasa, 25 oktober 2005 itu, ia masih melihat anaknya bersama dengan Mahdi. Namun setelah itu dia kehilangan jejak. "Saya pernah cari ke arah Kalora di sebelah selatan Salena ini, tapi dia tidak ada juga. Keluarga berharap dia bisa baik-baik saja. Kalau boleh dia cepat pulang," kata Yusa di Dusun I, Salena di kaki Pegunungan Gawalise, Rabu (28/12/2005). Abdul Rahim pun demikian adanya. Kakak kandung Irwan ini berharap adiknya itu segera kembali kalau memang pergi bersama-sama Mahdi. "Kami juga sudah berupaya mnencarinya selama dua bulan ini, tapi tidak ketemu juga dengan Irwan," aku Rahim.Sementara itu, berkas pemeriksaan 11 orang warga Salena yang menjadi tersangka bentrok yang menewaskan 3 polisi dan 2 warga sipil itu kini telah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi, Sulteng. Direncanakan dalam waktu dekat ini, ke-11 tersangka ini akan segera diadili di Pengadilan Negeri Palu, Sulawesi Tengah.Seperti diberitakan sebelumnya akibat bentrok itu, tiga polisi yakni Kasat Intelkam Polresta Palu AKP Imam Dwi Haryadi, Kasat Samapta Polresta Palu AKP Fuadi Chalis dan KanitBuser Polsekta Palu Barat Briptu Arwansyah tewas dibacok kelompok Madi. Sementara dua warga sipil yang tewas adalah Hatu dan Sowe. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (25/10/2005) itu menyita perhatian masyarakat luas.
(ddn/)











































