Positif Corona di Makassar 3.577, Pj Walkot: Akhir Juli Semoga Turun

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 10:16 WIB
Pj Walikota Makassar, Rudy Djamaluddin (dok. Istimewa).
Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin (dok. Istimewa)
Makassar -

Kasus positif virus Corona (COVID-19) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), hingga hari ini tercatat sebanyak 3.577 orang. Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin berharap kasus positif Corona di Makassar pada akhir Juli nanti sudah turun.

"Akhir Juli mudah-mudahan sudah turun," ujar Rudy di Makassar, Senin (6/7/2020). Rudy dimintai tanggapan terkait target selesainya COVID-19 di Kota Makassar.

Diketahui, hingga Minggu (5/7) pukul 23.59 Wita malam tadi, Posko Induk Info COVID-19 Makassar mengkonfirmasi sebanyak 3.577 orang di Makassar positif Corona. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.427 orang masih dirawat.

Orang-orang yang masih dirawat itu sebanyak 673 orang dirawat di rumah sakit dan 1.754 lainnya menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu, dari 3.577 jumlah positif Corona, 995 orang atau sebanyak 27,8% dinyatakan sembuh dan 155 orang atau 4,3% meninggal dunia.

Pemkot Makassar saat ini masih terus berupaya menurunkan jumlah positif Corona di Kota Makassar, salah satunya dengan melakukan Pencanangan Gerakan Bersama Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) pagi tadi. Rudy menyebut ada 3 langkah utama dari gerakan tersebut.

"Langkah yang pertama itu adalah langkah edukasi. Kenapa langkah edukasi penting, langkah edukasi ini perlu kita lakukan secara terus-menerus untuk meningkatkan kepatuhan warga Kota Makassar untuk melaksanakan protokol kesehatan, ini langkah edukasi kita lakukan di semua jalur-jalur informasi yang bisa kami gunakan untuk menyampaikan pesan-pesan edukasi ke masyarakat," jelas Rudy.

Melalui gerakan percepatan penanganan COVID-19 tersebut, Rudy juga menyebut pihaknya akan melakukan gerakan preventif Corona secara massal. Pemkot bersama pihak terkait lainnya akan masif melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan, melakukan pelacakan jejak orang-orang positif, dan rapid test massal. Pembatasan keluar masuk Makassar juga akan diberlakukan.

"Kemudian yang ketiga adalah kegiatan pengawasan masif. Nah pengawasan ini perlu kita lakukan untuk mendorong percepatan tumbuhnya kepatuhan warga di dalam mendorong protokol kesehatan. Nah kalau semua warga kita menjalankan protokol kesehatan dengan benar dan baik kami yakin dan percaya kita akan mendapatkan suatu momentum di mana terjadi penurunan jumlah warga kita yang terkontaminasi COVID-19," ucapnya.

Tonton video 'Ingin Ambil Jenazah PDP Corona, Keluarga Cekcok dengan Polisi':

(nvl/idh)