Investor Blok Cepu Terus Berdatangan di Jateng

Investor Blok Cepu Terus Berdatangan di Jateng

- detikNews
Rabu, 28 Des 2005 22:46 WIB
Semarang - Blok Cepu yang diperkirakan mengandung 10 persen minyak dan gas nasional memang menggiurkan. Meski belum ada kejelasan soal rencana eksplorasi, sejumlah investor yang ingin bekerja sama dengan Pemprov Jateng terus berdatangan.Wakil Gubernur Jateng Ali Mufiz menyebutkan, hingga kini setidaknya sudah ada lima investor yang menawarkan diri bekerja sama dengan Pemprov Jateng. "Terakhir, investor dari Singapura. Mereka berani membiayai eksplorasi secara total," katanya usai berbicara dalam seminar di Kantor Bank Indonesia Semarang, Jl. Imam Barjo, Rabu (28/12/2005).Ali menjelaskan, empat calon investor sebelumnya terdiri dari dua perusahaan yang mempunyai jaringan di dalam negeri dan dua lainnya murni berasal dari luar negeri. Pemprov belum mengambil sikap apa pun karena masih harus menunggu Keppres yang menjadi payung hukum eksplorasi itu.Untuk melakukan eksplorasi di Blok Cepu,. Pemprov Jateng telah menyiapkan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah. Perusahaan milik pemerintah itu yang nantinya menjadi ujung tombak dalam berbagai investasi di Jateng, termasuk soal eksplorasi Blok Cepu."Perusahaan itu menjadi semacam holding company yang menangani usaha telekomunikasi, migas, dana lain sebagainya. Kalau ada investor luar yang mau kerja sama dengan kita, lewatnya ya perusahaan itu," papar Ali.Dalam eksplorasi Blok Cepu, Ali menjamin adanya kerja sama dengan masyarakat lokal (Blora). Pihaknya me-wanti-wanti kalau ada investor yang masuk harus mengakomodir masyarakat lokal seperti Sumber Daya Manusia dan bahan-bahan pembangunan sarana eksplorasi."Ada salah satu investor yang mau melakukan hal itu. Bahkan mereka membawa contoh cetak biru kerja mereka di Aljazair. Di sana, sekitar 75 persen pekerjanya merupakan masyarakat setempat. Kita menginginkan seperti itu," ungkapnya tanpa menyebut identitas investor itu.Mengenai bagi hasil antara Pemkab Blora dan Pemprov Jateng, hingga saat ini semuanya masih dalam taraf penawaran. Dirinya yakin Pemkab Blora tidak akan mempersulit masalah dengan tarik-ulur soal keuntungan yang didapat.Blok Cepu berada berada di perbatasan Jateng dan Jatim, tepatnya di daerah Blora dan Bojonegoro. Pengelolaannya ditangani Exxonmobil (45 persen), Pertamina (45 persen), dan empat pemerintah daerah, yakni Jatim, Jateng, Bojonegoro dan Blora (10 persen). (ddn/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads