DKI Jakarta Terbanyak Pedagang Pasar Positif COVID, Golkar: Cambuk buat Semua

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 07:56 WIB
Basri Baco
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) merilis data terbaru kasus COVID-19 di pasar tradisional yang menyebutkan DKI Jakarta menempati urutan pertama dengan jumlah terbanyak. Golkar DKI menilai hal ini sebagai cambuk agar tak terulang di sektor lain.

"Ini harus jadi evaluasi dan cambuk buat kita semua agar tidak terulang lagi di sektor lain," ujar Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco, saat dihubungi, Minggu (5/7/2020).

Meski begitu, Basri mengatakan banyaknya jumlah kasus di pasar DKI merupakan hal yang wajar. Terlebih, menurutnya, Pemerintah Daerah terlambat menerapkan protokol kesehatan di pasar.

"Iya maklum saja, Jakarta kan warganya banyak dan pasarnya juga bayak," kata Basri.

"Apalagi Pemda terlambat menerapkan protokol kesehatan di pasar, jadi ya wajar saja," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, DPP IKAPPI merilis data terbaru kasus COVID-19 di pasar tradisional. Per Minggu (5/7/2020), sebanyak 833 pedagang pasar terpapar COVID-19 dan DKI Jakarta menempati urutan pertama dengan jumlah terbanyak.

Ketua Bidang Organisasi DPP IKAPPI, Muhammad Ainun Najib, mengatakan ada 65 kasus baru dengan tambahan 3 pedagang pasar meninggal sejak 26 Juni lalu.

"Dengan begitu, kasus positif pedagang pasar tradisional telah mencapai 833 kasus positif dan 35 pedagang meninggal dunia," kata Ainun melalui keterangannya, Minggu (5/7).

Ainun mengatakan kasus positif tersebar pada 164 pasar di 24 provinsi dan 72 kabupaten/kota di Indonesia. Jumlah kasus terbanyak masih diduduki wilayah DKI Jakarta.

Dari data IKAPPI, tercatat ada 25 kasus baru di DKI Jakarta. Kasus terbanyak ada di Pasar Gembrong, Jakpus (4); Pasar Karanganyar, Jakpus (4); dan Pasar Kopro, Jakbar (4).

Tonton video 'Daya Tampung Ruang Isolasi Pasien Corona Nasional Mencukupi':

(dwia/maa)