Forum Limatara: Museum Nabi Jangan Sampai Berdiri di Atas Ingkar Janji Anies

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 21:19 WIB
Peletakan batu pertama pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW telah dilakukan. Museum itu dibangun di kawasan Ancol, Jakarta.
Lokasi Pembangunan Museum Nabi di Ancol (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Forum Lintas Masyarakat Jakarta Utara (Limatara) keberatan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memberi Izin reklamasi kawasan Ancol untuk membangun museum sejarah Nabi Muhammad SAW. Forum lintas masyarakat ini mewanti-wanti jangan sampai museum ini berdiri di atas pengingkaran janji pilkada 2017 Anies yang menolak reklamasi.

"Yang kedua, jangan dibenturkan kepentingan umat yang namanya museum sejarah rasulullah. Bayangkan, sejarah rasulullah yang sakral yang suci kemudian harus berdiri di atas pengingkaran janji seorang memimpin. Yang kedua perusakan lingkungan. Ini menurut saya penodaan terhadap kesucian sejarah rasulullah sendiri. Saya seorang muslim, saya tidak terima," kata Ketua Forum Limatara Sandi Suryadinata di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara, Minggu (5/7/2020).

Selain itu, ia masih percaya bahwa Anies belum mendapatkan informasi yang detail sewaktu memberikan izin reklamasi kepada PT. Pembangunan Jaya Ancol. Untuk itu, ia mengimbau kepada teman-teman muslim agar tidak membenturkan permasalahan reklamasi ini dengan agama islam.

"Ini akan saya sampaikan ke kawan-kawan lain. Nggak bisa, jangan apa-apa dibenturkan jangan apa-apa bawa nama muslim. 20 hektar, 155 hektar, untuk museum berapa hektar? Sisanya untuk apa? Ekonomi. Nah, inilah lagi-lagi politik harus bertekuk lutut terhadap kepentingan ekonomi. Saya yakin, gubernur tidak mendapatkan informasi yang komprehensif soal itu," jelasnya.

Sandi menyerukan agar Anies terap menepati janji pilkada 2017 silam. Setidaknya, kata Sandi, sampai ia menuntaskan jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Mudah-mudahan dengan ini yang termudah adalah gubernur mencabut. Bahwa nanti pilkada 2022 dia mau menyampaikan perlu dilakukan reklamasi monggo gitu sudah tuntas janjinya dia 2017-2022, tapi selanjutnya terserah. Kan rakyat juga yang menilai. Saya rasa itu," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2