16 Orang Meninggal di Bali Gara-gara DBD
Rabu, 28 Des 2005 19:09 WIB
Denpasar - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Bali tahun 2005 meningkat dibandingkan dengan tahun 2004 sebesar 0,5 persen. Jumlah korban meninggal hingga akhir tahun 2005 berjumlah 16 orang."Kita akui kasus DBD masih cukup tinggi, bahkan lebih tinggi dari tahun 2004," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dewa Ketut Oka kepada wartawan di kantornya, Jl Melati, Denpasar, Rabu (28/12/2005).Oka mengatakan, jumlah penderita DBD mengalami peningkatan tajam pada periode bulan Agustus hingga Desember 2005 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2004. Rata-rata, jumlah penderita DBD dalam periode tersebut meningkat sebesar 15 persen. Angka kematian pun meningkat.Tahun 2005, jumlah kasus DBD sebanyak sekitar 2.600 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 16 orang atau meningkat 0,5 persen dibandingkan dengan tahun 2004. "Angka ini masih di bawah angka nasional," elaknya.Meskipun angka penderita dan kematian akibat DBD pada tahun 2005 meningkat dibandingkan dengan tahun 2004, pihak Dinas Kesehatan Provinsi Bali belum menetapkan Bali dalam kondisi keadaan luar biasa (KLB). "Angka ini masih lebih rendah dari kondisi KLB tahun 2002," katanya.Korban DBD yang meninggal terakhir adalah seorang bocah berusia dua tahun, Fitrina. Korban meninggal Selasa malam 27 Desember di RSUP Sanglah. Jumlah korban yang meninggal dalam 10 hari terakhir berjumlah enam orang. Pasien DBD yang kini dirawat di RS Sanglah berjumlah 61 orang.Jumlah pasien DBD yang dirawat terbanyak terdapat di RSUP Sanglah, Denpasar, kemudian RS Wangaya, Denpasar. Bahkan, RS Wangaya tidak mampu menampung jumlah pasien DBD, sehingga harus ditempatkan di lorong-lorong rumah sakit.
(ddn/)











































