Makanan Berformalin Beredar Juga di Makassar
Rabu, 28 Des 2005 19:07 WIB
Makassar - Makanan nonkemasan yang tidak memiliki merek dagang dan jajanan yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya, yakni boraks dan formalin, saat ini disinyalir telah beredar di Makassar.Hal ini berdasarkan penyisiran dan dari hasil pengujian contoh makanan khas dan makanan jajanan yang dilakukan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) Makassar.Hasilnya disampaikan oleh Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BB POM Makassar, Hatta, ketika ditemui di kantornya, Jl Bajiminasa, Makassar, Rabu (28/12/2005)."Dari 29 sampel mie basah, dua mengadung boraks. Dari 40 sampel tahu, satu mengandung formalin. Dari 37 sampel bakso, tiga mengandung boraks. Dari sembilan ikan asin, delapan mengandung formalin," tutur Hatta.POM Makassar mengambil sebanyak 117 sampel dari sejumlah pasar swalayan dan tradisional sejak awal Desember 2005."Sampel tersebut telah melalui hasil uji laboratorium pangan di POM Makassar. Hasilnya mengandung bahan formalin yang merupakan bahan pengawet mayat dan sebagai pengawet kayu. Dalam makanan jajanan digunakan untuk mengenyalkan, tapi ini fatal bagi kesehatan," ujarnya.POM Makassar tidak mengawasi pengolahan empat bahan makanan tersebut, yakni mie basah, tahu, bakso, dan ikan asin. POM Makassar hanya mengawasi peredaran makanan yang sudah diolah dan diedarkan di masyarakat."Kami hanya mengawasi bahan makanan yang telah diolah dan siap edar. Sementara pengawasan bahan makanan mentah menjadi tanggung jawab dinas terkait," tuturnya.Namun demikian, lanjut Hatta, POM Makassar tidak menutup kemungkinan ikut meneliti bahan makanan yang disinyalir dapat membahayakan kesehatan masyarakat.Hatta menambahkan, kandungan formalin dan boraks pada makanan dalam jumlah besar dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, seperti iritasi mata, mual, dan pusing. Apabila dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka waktu lama, dapat memacu perkembangan sel kanker.Berdasarkan temuan tersebut, Kepala BB POM Makassar Arafah Madjid akan melakukan operasi dan penyisiran di pasar-pasar dan beberapa tempat pembuatan makanan, untuk memastikan apakah makanan lainnya juga mengandung boraks dan formalin."Kita akan undang instansi terkait dan minta pemkot untuk melakukan upaya penyuluhan di instansi-instansi pemerintahan, kelompok PKK, serta lapisan masyarakat lain," kata Arafah.
(ddn/)











































