Data IKAPPI: 833 Pedagang Pasar Positif COVID-19, DKI Jakarta Terbanyak

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 11:47 WIB
Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ditutup tiga hari setelah 14 pedagang dinyatakan positif COVID-19. Tapi kok masih ada yang jualan?
Ilustrasi pasar (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) merilis data terbaru kasus COVID-19 di pasar tradisional. Per Minggu (5/7/2020), sebanyak 833 pedagang pasar terpapar virus Corona (COVID-19) dan DKI Jakarta menempati urutan pertama dengan jumlah terbanyak.

Ketua Bidang Organisasi DPP IKAPPI, Muhammad Ainun Najib, mengatakan ada 65 kasus baru dengan tambahan 3 pedagang pasar meninggal sejak 26 Juni lalu.

"Dengan begitu, kasus positif pedagang pasar tradisional telah mencapai 833 kasus positif dan 35 pedagang meninggal dunia," kata Ainun melalui keterangannya, Minggu (5/7/2020).

Ainun mengatakan kasus positif tersebar pada 164 pasar di 24 provinsi dan 72 kabupaten/kota di Indonesia. Jumlah kasus terbanyak masih diduduki wilayah DKI Jakarta.

"Jumlah kasus terbanyak masih di wilayah DKI, yaitu 217 kasus positif di 37 pasar," ujar Ainun.

Dari data IKAPPI, tercatat ada 25 kasus baru di DKI Jakarta. Kasus terbanyak ada di Pasar Gembrong, Jakpus (4); Pasar Karanganyar, Jakpus (4); dan Pasar Kopro, Jakbar (4).

Menanggapi hal itu, Ainun mengatakan perlu banyak evaluasi dari pemerintah terhadap kegiatan jual-beli di pasar selama pandemi Corona. Dia meminta agar edukasi protokol kesehatan lebih digiatkan lagi.

"Yang paling penting adalah melakukan sosialisasi pentingnya penggunaan masker dan juga edukasi bahaya COVID-19 bersama-sama pedagang. Libatkan pedagang dalam setiap kebijakan yang diambil sehingga itu dapat dijalankan secara bersama sama," kata Ainun.

"Untuk terciptanya kesadaran diri dari pedagang, dimulai dari keterlibatannya terhadap program yang dijalankan oleh pemerintah daerah. Jika pedagang sehat maka ekonomi akan kembali kuat," imbuhnya.

(imk/imk)