Tambang Tewaskan Pekerja di Sulteng Terus Beroperasi, Abaikan Surat Pemprov

Mohammad Qadri - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 01:29 WIB
Lokasi tambang di Marowali Utara
Foto: Lokasi tambang di Morowali Utara (dok. istimewa)
Morowali -

Aktivitas perusahaan yang bekerja untuk penimbunan lokasi pembangunan Smelter guna lokasi pemurnian nikel terus beroperasi di tengah pandemi virus Corona. Beroperasinya tambang itu mengabaikan surat pemberhentian yang dikeluarkan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas dasar hasil RDP di DPRD Sulteng dan pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Sulteng Zainal Abidin Ishak kepada detikcom, Sabtu (4/7/2020). Zainal menyebut bahwa dirinya menyaksikan secara langsung aktivitas tambang itu masih saja beroperasi ketika melakukan pemantauan pada 29 Juni 2020 lalu.

"Salah satu pembahasan pada RDP yang berlangsung pada (18/6) adalah PT GNI. Sepanjang 2020 tercatat ada tiga pekerja meningal dunia. Dan hari itu juga surat dikeluarkan secara resmi untuk memberhentikan aktivitas pertambangan di Morowali. Sementara kemarin 29 Juni, saya melakukan pemantauan kok masih saja beroperasi," kata Zainal.

Menurut Zainal, dengan adanya surat resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah, pihak penegak hukum harus turun untuk menertibkan dan memberhentikan aktivitas tambang tersebut. Ia menegaskan perusahaan itu telah mengabaikan perintah dari pemda.

"Ini ada apa? Jangan sudah ada surat yang dikeluarkan tapi masih tetap ada aktivitas. Dan ini sangat jelas perusahaan tersebut mengabaikan pemerintah. Ini akan menjadi sorotan, karena mengabaikan hingga berlarut-larut," ucapnya.

Sementara itu, dalam surat pemberhentian aktivitas tambang itu tercantum bahwa semua kegiatan yang terkait dengan aktivitas penambangan yang tidak memiliki perizinan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku harus dihentikan.

Sebelumnya, dua penambang di Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, dikabarkan meninggal tertimbun longsor. Keduanya dipekerjakan oleh perusahaan pertambangan di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

"Kedua penambang berhasil dievakuasi dari longsor dilokasi tambang galian C, yang bekerja untuk melakukan penimbunan di lokasi pembangunan Smelter," kata Kepala Dusun 4 Desa Bungintimbe, Mutmain kepada detikcom pada Selasa (16/6).

(azr/azr)