Hari Raya Saraswati, Umat Hindu Diimbau Terapkan Protokol COVID-19

Angga Riza - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 18:08 WIB
Sejumlah umat Hindu di kawasan Pura Dalem Purnajati Tanjung Puri, Jakut, tengah menunaikan sembahyang di Perayaan Hari Raya Saraswati
Sejumlah umat Hindu di kawasan Pura Dalem Purnajati Tanjung Puri, Jakut, tengah menunaikan sembahyang di perayaan Hari Raya Saraswati. (Pradita Utama/detikcom)
Denpasar -

Umat Hindu saat ini merayakan Hari Raya Saraswati sebagai simbol turunnya ilmu pengetahuan ke muka bumi. Umat hindu diimbau tetap menerapkan protokol COVID-19 saat melakukan peribadatan di pura.

"Hari Raya Saraswati jatuh pada tanggal 4 Juli 2020 hari ini merupakan hari suci bagi umat Hindu sebagai simbol turunnya ilmu suci dan ilmu pengetahuan. Kita berharap, di tengah merebaknya pandemi COVID-19, semua semeton umat Hindu sudah swadarma di Bali dan di Nusantara di mana pun berada menjadikan momentum perenungan sekaligus mengaktualisasikan tentang turunnya ilmu pengetahuan suci ke muka bumi ini," kata Sekretaris Gugus Tugas COVID-19 Bali, I Made Rentin, Sabtu (4/7/2020).

Pelaksanaan Hari Raya Saraswati jatuh pada hari ini. Umat Hindu di Bali yang sedang menjalankan peribadatan di pura juga memanjatkan doa serta perenungan agar tatanan hidup baru.

"Diharapkan memberikan setiap pikiran umat manusia di dalam menjalankan swadarma dan tugas masing-masing. Oleh karena itu, mari bersama sama dengan ilmu pengetahuan suci kita bulatkan tekat untuk bersama berjuang melawan COVID-19 salah satunya adalah dengan penegakan dan disiplin menerapkan protokol kesehatan sebelum berlebih kita akan memasuki tatanan kehidupan Bali era baru yang dicanangkan oleh Bapak Gubernur diawali dengan upaya persembahyangan pada purnama kasa 5 Juli 2020 besok," jelas Rentin.

Kegiatan keagamaan di Bali sudah boleh dijalankan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, kapasitas di tempat ibadah juga dibatasi sebanyak 30 persen.

"Sesuai imbauan dan surat edaran Menag dan ditindaklanjuti oleh surat Bapak Gubernur kegiatan keagamaan sudah boleh dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan tetap jaga jarak aman minimal 1,5-2 meter, hindari kerumunan terlalu banyak. Dan secara kapasitas diimbau tidak melebihi 30 persen dari total kapasitas tempat ibadah," ungkap Rentin.

(jbr/jbr)