Mahfud Md: Bangsa Dituding Kehilangan Karakter, Buktinya Ada Korupsi-Hoax

Rahel Narda Catherine - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 13:59 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md (dok. Kemenko Polhukam)
Menko Polhukam Mahfud Md (Foto: dok. Kemenko Polhukam)


Lebih lanjut Mahfud mengimbau agar pendidikan saat ini tidak hanya mencerdaskan manusia secara kognitif, tapi harus juga mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurutnya, bukan hanya keahlian, namun karakter juga harus dibentuk.

"Pendidikan kita itu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan untuk mencerdaskan otak, tapi mencerdaskan kehidupan. Itu ada di dalam Pembukaan UUD kita. Oleh sebab itu, kita tidak bisa hanya mendorong dia hanya punya skill ini-itu. Tapi kehidupan yang dicerdaskan. Karena, kalau hanya lihat skill dan sebagainya, itu otak. Sementara kita harus membina watak untuk karakter itu," ujar Mahfud.



Mahfud kemudian meminta universitas tidak hanya mencetak sarjana, namun harus menghasilkan sarjana yang berhati mulia. Menurutnya, hal ini pun sudah tertuang di Undang-Undang Dasar 1945.

"Dulu Pak Prof Sardjito pernah katakan universitas jangan hanya hadirkan sarjana, dong, tapi juga hadirkan sarjana yang sujana, yang baik hati, yang budiman, bukan hanya pintar-terampil, tapi hatinya mulia. Dalam Pasal 31 UUD kita dikatakan pendidikan kita dimaksudkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, itu otak. Berdasarkan iman dan takwa, itu akhlak. Tidak bisa dipisahkan," tutur Mahfud.

Halaman

(dkp/dkp)