Ditentang LSM, Sutiyoso Keukeuh Naikkan Tarif PAM

Ditentang LSM, Sutiyoso Keukeuh Naikkan Tarif PAM

- detikNews
Rabu, 28 Des 2005 16:39 WIB
Jakarta - Tekad untuk menaikkan tarif PAM pada Januari 2006 sudah tak bisa ditawar lagi. Meskipun ditentang LSM, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap keukeuh.Menurut Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, jika tarif tidak dinaikkan, maka perusahaan penyedia air untuk seantero Jakarta ini bisa mati, dan akan sulit mencari investor baru."Jadi kita penuh pertimbangan, kalau tidak dinaikkan, maka perusahaan tersebut akan mati, dan siapa yang mau menggantikannya?" cetus Sutiyoso.Ditemui seusai peresmian Markas Polres Kepulauan Seribu dan Markas Koramil 04 di Pulau Karya, Kepulauan Seribu, Rabu (28/12/2006), Sutiyoso meyakinkan kalau kenaikan tarif untuk kelompok-kelompok miskin akan kecil sekali."Kalau hasilnya jauh lebih murah dibandingkan Semarang dan daerah lain, itu namanya bijaksana," tandasnya.Diakui Sutiyoso, menaikkan tarif PAM merupakan keputusan yang pahit, namun tetap harus dilakukan. "Kalau tidak, kita semua bisa mati," ujarnya.Seperti diberitakan, dua mitra PAM Jaya, yaitu PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Thames PAM Jaya (TPJ), mengusulkan kenaikan tarif PAM sebesar 23-25 persen.Atas rencana tersebut, YLKI mengancam akan melakukan class action jika harga air dinaikkan. Alasannya, kenaikan harga tidak tepat lantaran mutu dan pelayanan PAM selama ini buruk. (fay/)


Berita Terkait