Round-Up

Sindiran Koalisi Jokowi Usai Mumtaz Rais Disorongkan Jadi Menteri

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 08:00 WIB
Ahmad Mumtaz Rais, Kamis (2/1/2019)
Foto: Mumtaz Rais (Usman Hadi/detikcom)
Jakarta -

Setelah politikus senior Amien Rais mengkritik pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyinggung kemungkinan reshuffle, Mumtaz Rais justru disodorkan oleh elite PAN menjadi salah satu kandidat menteri. Sikap elite PAN yang menyodorkan salah satu putra Amien Rais menjadi menteri itu mendapat respons dari sejumlah partai koalisi Jokowi. Bahkan, ada partai yang merespons dengan sindiran.

Adalah Wakil Bendahara Umum (Wabendum) PAN Rizki Aljupri yang menyodorkan Mumtaz. Rizki juga menawarkan sejumlah nama selain Mumtaz.

"Pada dasarnya PAN siap jika diminta oleh Presiden Jokowi untuk turut berkontribusi di dalam pemerintahan. Beberapa nama yang mengemuka di kalangan internal adalah Mas Soetrisno Bachir (Ketua Wanhor DPP PAN), Eddy Soeparno (Sekjen DPP PAN), Teguh Juwarno (eks Ketua Komisi VI DPR RI), dan Mumtaz Rais (Ketua POK DPP PAN)," urai Rizki kepada wartawan, Kamis (2/7/2020).


Setidaknya ada 5 partai koalisi Jokowi yang mengomentari tawaran Wabendum PAN Rizki Aljupri. Ada Golkar, PKB, NasDem, PPP dan Gerindra.

Dimulai dari Golkar. Ketua Bappilu Golkar Maman Abdurrahman meresponsnya dengan nada sindiran.

"Bagi saya, terkait siapapun yang menjadi menteri, itu sepenuhnya menjadi hak prerogatif presiden. Cuma kalau Mumtaz yang disodorkan jadi menteri, saya khawatir Pak Amien Rais matanya langsung melotot, ha-ha-ha," kata Maman kepada wartawan, Jumat (3/7).

Tonton juga 'Soal Reshuffle, Amien Rais Singgung Kriteria Menteri Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]

Maman sendiri ragu kalau Amien Rais rela jika anaknya menjadi pembantu Jokowi. Anggota Komisi VII DPR RI itu menyinggung sikap keras Amien Rais ke Jokowi selama ini.

"Masak iya mau anaknya jadi pembantu Pak Jokowi, tinggal kita lihat saja Pak Amien setuju atau tidak," sebut Maman.

"Yang terpenting bagi saya adalah reshuffle itu semangatnya ingin jalannya pemerintahan di periode kedua Pak Jokowi bisa menjadi lebih baik, bukan sebaliknya," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3