Nadiem Wacanakan Pembelajaran Jarak Jauh Permanen-Hybrid, Ini Maksudnya

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 22:41 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim mengaku jengkel karena dituding konflik kepentingan (conflict of interest) terkait bayar SPP menggunakan GoPay.
Mendikbud Nadiem Makarim (Lamhot Aritonang/detikcom)

"Karena walaupun kita sekarang kesulitan beradaptasi dalam PJJ, belum pernah sejarah Indonesia kita melihat jumlah guru dan kepala sekolah dan orang tua yg bereksperimen dengan teknologi. Jadi ini merupakan suatu tantangan tapi ke depan, akan jadi satu kesempatan untuk kita," sambungnya.

Dihubungi terpisah, Plt Dirjen PAUD-Dikdasmen Muhammad Hamid menjelaskan soal pembelajaran jarak jauh yang akan dipermanenkan setelah pandemi COVID-19 dalam hybrid model. Hybrid model itu adalah menggabungkan belajar online (daring) dengan tatap muka.

"Permanen itu maksudnya PJJ daring itu akan tetap digunakan sekolah walaupun COVID-19 sudah usai. Minimal gabungan pembelajaran daring dan tatap muka (hybrid)," ujar Hamid kepada wartawan, Jumat (3/7/2020).

Sementara itu, Ketua Komisi X Syaiful Huda menolak wacana tersebut. Huda mengatakan tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dalam belajar jarak jauh.

"Saya kira kalau PJJ itu (permanen) dilakukan perguruan tinggi nggak masalah, tapi kalau untuk SD, SMP, SMA, saya kira saya nggak setuju. Karena tentu nggak bisa semua mata pelajaran di-PJJ-kan," imbuh Huda.

Halaman

(rfs/imk)