Round-Up

Horor Ricuh Dana Desa di Madina Berujung Penetapan Tiga Tersangka

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 22:23 WIB
Ricuh di Mandailing Natal, Sumut.
Ricuh di Mandailing Natal, Sumut. (Foto: dok. Istimewa)
Mandailing Natal -

Kelompok perusuh dalam demonstrasi berujung ricuh di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, akhirnya ditangkap. Tiga pelaku ditetapkan sebagai tersangka.

Sejumlah warga di Desa Mompang Julu, Madina, kembali melakukan blokade jalan usai demo berujung ricuh beberapa hari lalu sekitar pukul 18.00 WIB kemarin. Namun polisi mengatakan blokade jalan sudah dibuka dan situasi di lokasi sudah kondusif.

"Sudah lancar lagi, kembali normal," kata Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi saat dimintai konfirmasi, Jumat (3/7/2020).

Aksi blokade jalan itu buntut dari demo warga yang menuntut pertanggungjawaban Kepala Desa Mompang Julu, Hendri Hasibuan, terkait Dana Desa pada Senin (29/6/2020).

Unjuk rasa yang disertai blokade jalan tersebut berujung ricuh. Hendri Hasibuan kemudian menyampaikan pengunduran dirinya. Pengunduran diri ini disebut Hendri disampaikan demi keamanan di desa itu.

"Dengan ini menyampaikan mengundurkan diri sebagai Kepala Desa Mompang Julu demi keamanan dan kenyamanan Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kab Mandailing Natal," tulis Hendri dalam surat itu. Surat tersebut diteken oleh Hendri di atas meterai Rp 6.000.

Sekitar pukul 17.10 WIB, kata Horas, tiba-tiba terjadi pelemparan batu ke arah petugas. Dia mengatakan lemparan batu itu bukan berasal dari kelompok warga yang telah menggelar demonstrasi sejak pagi.

Akibat pelemparan itu, enam personel kepolisian mengalami luka. Selain itu, mobil dinas Wakapolres Madina dibakar massa. Polisi kemudian memburu kelompok perusuh.

Selanjutnya
Halaman
1 2