Buruh 'Segel' Kantor Gubernur Bali
Rabu, 28 Des 2005 15:23 WIB
Denpasar - Ratusan buruh Bali yang tergabung dalam Solidaritas Buruh Bali unjuk rasa menuntut janji Gubernur Bali Dewa Made Beratha yang bersedia akan merevisi UMP 2006. Ratusan buruh bergabung bersama mahasiswa unjuk rasa di depan kantor Gubernur Bali, Jalan Basuki Rahmat, Denpasar, Rabu (28/12/2005). Mereka kembali berunjuk rasa karena Beratha tidak memenuhi janjinya untuk merevisi kembali Peraturan Gubernur No 32 dan 34 Tahun 2005 tentang UMP/UMK. Mereka berunjuk rasa dengan membawa spanduk dan poster yang isinya menolak UMP/UMK 2006, upah buruh sebesar Rp 510 ribu tidak manusiawi. Dalam unjuk rasa unjuk rasa kali ini, para buruh melakukan aksi menyegel kantor Gubernur Bali, dengan menempelkan poster besar bertuliskan "Kantor Gubernur Disegel untuk Rakyat". Dalam aksi kali ini, Beratha tidak menemui para demonstran yang telah datang sejak pukul 10.00 Wita di halaman depan kantor gubernur. Para demonstran hanya ditemui oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Komang Rai Sujarka serta beberapa staf gubernur. Menurut Sujarka, gubernur sedang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karansem. Sebelum menyegel kantor gubernur, para buruh berorasi di depan kantor gubernur. Mereka mengaku menangih janji gubernur yang batal merevisi UMP/UMK. "Kita menuntut janji gubernur untuk merevisi UMP/UMK. Kenapa UMP masih tetap Rp 510 ribu padahal gubernur telah berjanji untuk merevisi UMP 2006," kata koordinator aksi Ketut Layar Priyatna. Priyatna mengatakan, dengan upah buruh di Bali sebesar Rp 510 ribu lebih kecil dari UMP daerah lain, seperti DKI Jakarta sebesar Rp. 819.100, Banten Rp 661.613, dan Kepulauan Riau Rp 760 ribu. Setelah menunggu lama namun gubernur tidak datang, mereka mulai merangsek menuju pintu gerbang kantor gubernur yang dijaga ketat oleh puluhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Aksi penyegelan ini berlangsung aman karena tidak mendapatkan perlawanan dari Satpol PP. "Ini baru segel secara simbolik. Jika sampai akhir tahun 2005 belum UMP/UMK direvisi kita akan datang dengan massa lebih besar lagi dan benar-benar akan menyegel kantor ini," kata salah seorang demostran.
(nrl/)











































