Bawa Keranda, Massa Tolak TKA China Geruduk Kantor Imigrasi Kendari

Sitti Harlina - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 14:59 WIB
Massa yang tergabung dalam Pemuda dan Mahasiswa Sultra Bergerak di Kota Kendari menggelar aksi menolak TKA asal China (dok. Istimewa).
Foto: Massa yang tergabung dalam Pemuda dan Mahasiswa Sultra Bergerak di Kota Kendari menggelar aksi menolak TKA asal China (dok. Istimewa).
Kendari -

Massa yang tergabung dalam Pemuda dan Mahasiswa Sultra Bergerak di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara kembali menggelar aksi menolak kedatangan tenaga kerja asing (TKA) asal China. Massa menggeruduk Kantor Imigrasi Kendari dengan membawa keranda jenazah.

Pantauan di Kantor Imigrasi Kendari Jalan Jenderal A. Yani, Wua-Wua, Kendari, Jumat (3/7/2020) tampak massa datang dengan membawa keranda jenazah untuk Kepala Imigrasi Kendari Hajar Aswad. Massa juga langsung menutup jalur di depan Kantor Imigrasi.

Tak hanya itu, massa juga langsung melakukan aksi bakar ban sembari meneriakkan berbagai tuntutannya. Tampak beberapa kali massa berusaha mendobrak pintu pagar Kantor Imigrasi Kendari.

Massa yang tergabung dalam Pemuda dan Mahasiswa Sultra Bergerak di Kota Kendari menggelar aksi menolak TKA asal China (dok. Istimewa).Foto: Massa aksi tolak TKA asal China di Kendari berusaha menerobos Kantor Imigrasi Kendari (dok. Istimewa).

Namun upaya untuk menerobos masuk menemui Kepala Imigrasi Kendari terhalang penjagaan ketat aparat kepolisian. Dari luar pagar massa terus meneriakkan tuntutannya.

"Tetaplah pada komitmen untuk menunda kedatangan 500 TKA, meskipun sampai hari ini kita sudah kecolongan sudah dua kloter yang masuk," teriak koordinator aksi massa, Awal dalam orasinya.

Awal mengingatkan agar Imingrasi Kendari menunda gelombang selanjutnya dari kedatangan TKA China. Diketahui, hingga saat ini sudah ada dua gelombang TKA asal China yang berhasil masuk di Sultra, dimana pada gelombang pertama sebanyak 156 orang dan gelombang kedua sebanyak 105 orang.

"Tetapi kloter ketiga kita upayakan, kalau toh Kepala Imigrasi masih juga tetap ngotot sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat maka kami sebagai persatuan pemuda akan tetap memboikot dan berada pada komitmen untuk menduduki Kantor Imigrasi," ujarnya.

(nvl/nvl)