Ny Rabiah Ternyata Jamaah Haji BPIH Plus

Ny Rabiah Ternyata Jamaah Haji BPIH Plus

- detikNews
Rabu, 28 Des 2005 15:09 WIB
Madinah - Kisah sedih Ny Rabiah yang nyasar di Kantor Daerah Kerja (Daker) PPIH Madinah berakhir gembira. Seorang pengurus dari penyelenggara BPIH Plus, Konsorsium Melati, sekitar pukul 09.30 Waktu Arab Saudi (WAS), Rabu (28/12/2005) mendatangi kantor Daker Madinah. Dia mencari jamaahnya bernama Rabiah. Pengurus Konsorsium Melati itu bernama Muhammad Tahsin. Dengan mengenakan jubah putih dan berjas cokelat yang di bagian dadanya bertuliskan 'Konsorsium Melati', Tahsin mendatangi resepsionis Kantor Daker Madinah dan menanyakan keberadaan Ny Rabiah.Setelah mendapatkan kepastian bahwa Rabiah ada di Kantor Daker Madinah, Tahsin didampingi petugas Daker Madinah menuju ruang makan Daker Madinah yang berada di basement 1. Saat itu, Ny Rabiah memang sedang makan pagi di tempat itu. Setelah memastikan bahwa ibu berusia 73 tahun itu adalah Ny Rabiah, Tahsin pun membawanya pulang ke hotel tempat menginap. Ny Rabiah tampak senang. Saat ditanya mengapa dirinya sebelumnya mengaku menginap di kontrakan rumah anaknya yang bermukim di Madinah, Ny Rabiah hanya menjawab, "Saya lupa." Menurut Tahsin, rombongan jamaahnya menginap di Hotel Bahaudddin, Madinah sejak tiga hari lalu. Hotel ini terletak di kawasan Markaziah dan berada di dekat Masjid Nabawi. Tahsin menjelaskan, Ny Rabiah memang sedang linglung sejak datang ke Madinah. Bahkan, Ny Rabiah menolak dipakaikan gelang jamaah haji. Rabiah juga tidak mau mengenakan syal dan menolak mamakai tanda-tanda khusus jamaah Konsorsium Melati. "Sebenarnya, Ibu Rabiah ini sudah dikawal lima orang," kata Tahsin. Tapi, saat salat di Masjid Nabawi Selasa (27/12/2005) kemarin, Ny Rabiah terpisah dari rombongan. "Dari semalam, saya mencarinya, tapi tidak ketemu," ungkap Tahsin. Ny Rabiah ditemukan oleh petugas haji saat tersesat setelah salat asar di Masjid Nabawi. Ny Rabiah mengenakan mukena putih, berbaju cokelat bermotif bunga dan berjarit. Tidak ada gelang atau identitas lainnya bahwa dia adalah jamaah haji. Satu-satunya indikator bahwa dia kemungkinan jamaah haji adalah sandal jepitnya yang bertuliskan namanya. Saat ditemui reporter detikcom Arifin Asydhad sebelumnya, Ny Rabiah mengaku tinggal di Madinah bersama anak perempuannya yang bermukim di Kota Suci itu. Dia juga mengaku berangkat dari Pekanbaru bersama anaknya. Tapi, ternyata cerita-cerita itu hanyalah ilusi Ny Rabiah, karena dia linglung dan mengalami disorientasi. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads